Momentum Kartini, JKN Hadir untuk Kesehatan Perempuan

Momentum Kartini, JKN Hadir untuk Kesehatan Perempuan

Perempuan di Kabupaten OKI mengikuti skrining riwayat kesehatan sebagai bentuk upaya preventif Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Foto : Dokumen/Sumeks.Co--

Momentum Kartini, JKN Hadir untuk Kesehatan Perempuan

KAYUAGUNG, SUMEKS.CO - Sebanyak 35 orang Perempuan di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) mengikuti skrining riwayat kesehatan sebagai bentuk upaya preventif Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). 

Yakni dalam mencegah penyakit kanker leher rahim dan juga sebagai upaya mendorong kesadaran pencegahan penyakit sejak awal. 

Dari 35 orang yang melalukan skrining terdapat 26 orang perempuan beresiko mengalami penyakit tersebut dan 16 orang diantaranya melalukan pampsmear setelah syarat-syarat pemeriksaan terpenuhi. 

Kegiatan ini merupakan rangkaian kegiatan dalam peringatan Hari Kartini ke-147 di Kabupaten OKI yang diselenggarakan oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak.

BACA JUGA:BPJS Kesehatan Palembang Ajak Media Edukasi Warga Terkait Manfaat JKN dan Fitur Mobile JKN

BACA JUGA:Kanwil Kemenkum Babel dan DJKN Bahas Aset Negara Bermasalah, Inventarisasi Dipercepat

Layanan pemeriksaan ini dilaksanakan di ruangan Bende Seguguk 2 Pemerintah Daerah Kabupaten OKI yang langsung melibatkan Wakil Bupati OKI, Ketua Gerakan Organisasi Wanita beserta jajaran OPD Pemerintahan Kabupaten OKI dan BPJS Kesehatan Cabang Palembang. 

Kegiatan ini tidak hanya bersifat seremonial, tetapi langsung mengakses kebutuhan kesehatan perempuan.

Wakil Bupati OKI, Supriyanto menegaskan pentingnya melakukan pemeriksaan kesehatan sejak dini untuk mencegah penyakit kronis yang berisiko tinggi pada perempuan. 

Ia bahkan membagikan pengalaman pribadi keluarganya sebagai pembelajaran bagi masyarakat.

BACA JUGA:Kemenkum Sumsel Gandeng DJKN dan KPKNL, Bahas Optimalisasi Aset dan Likuidasi

BACA JUGA:BPJS Kesehatan Pastikan Layanan JKN Tetap Optimal Selama Libur Lebaran 2026 , Mudik BIsa tenang

“Saya merasakan langsung, ibu saya harus menjalani cuci darah dan menghabiskan tabungan keluarga karena penyakitnya terlambat terdeteksi. Ini yang tidak kita inginkan terjadi pada masyarakat OKI,” ujarnya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: