Banner Pemprov

Rangkaian Hari Suci Nyepi Tilem Kesanga 2026 Umat Hindu di Sumsel: Penyucian Diri Pada Semesta

Rangkaian Hari Suci Nyepi Tilem Kesanga 2026 Umat Hindu di Sumsel: Penyucian Diri Pada Semesta

Puluhan ribu umat Hindu di Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) akan melaksanakan rangkaian Hari Suci Nyepi Tilem Kesanga Tahun 2026 sebagai momentum penyucian diri, introspeksi spiritual, serta penguatan harmoni antara manusia, alam semesta, dan Tuhan Yang-Dok.Sumeks.co-

PALEMBANG, SUMEKS.CO - Puluhan ribu umat Hindu di Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) akan melaksanakan rangkaian Hari Suci Nyepi Tilem Kesanga Tahun 2026 sebagai momentum penyucian diri, introspeksi spiritual, serta penguatan harmoni antara manusia, alam semesta dan Tuhan.

Sekitar 32.000 kepala keluarga (KK) melaksanakan Hari Suci Nyepi tahun ini dilakukan secara khidmat di berbagai tempat mulai dari rumah tangga, lingkungan keluarga, desa, hingga pura-pura yang tersebar di berbagai kabupaten dan kota di Sumatera Selatan.

Secara simbolik, kegiatan tingkat provinsi dipusatkan di Pura Agung Sriwijaya, Kota Palembang.

Rangkaian perayaan Nyepi diawali dengan Upacara Melasti pada tanggal 14 Maret 2026 yang dilaksanakan di Desa Mulyasari, Kecamatan Tanjunglaga, Kabupaten Banyuasin.

Upacara Melasti merupakan prosesi sakral dalam tradisi Hindu yang bertujuan menyucikan diri, alam semesta, serta sarana upacara dengan memohon tirta suci dari sumber air kehidupan.

Sementara itu, kegiatan persembahyangan Nyepi bagi umat Hindu di Palembang dan sekitarnya akan dipusatkan di Pura Agung Sriwijaya pada tanggal 18–19 Maret 2026.

BACA JUGA:Cuti Bersama Nyepi 2026: Jadwal Libur Nasional dan Tambahan Libur Fakultatif di Bali

BACA JUGA:Libur Nyepi dan Idul Fitri, Perumda Tirta Musi Pastikan Pasokan Air Bersih Tetap Mengalir

Tokoh Hindu Dresta Bali, Ida Pedanda Gede Made Gunung, menyampaikan bahwa Nyepi merupakan momentum penting bagi umat Hindu untuk melakukan introspeksi diri serta memperkuat kesadaran spiritual.

“Nyepi mengajarkan manusia untuk berhenti sejenak dari hiruk pikuk kehidupan dunia, memasuki keheningan batin, dan menata kembali keseimbangan hidup dengan Tuhan, alam, serta sesama manusia.”

Sementara itu, Ketua Pembina Perkumpulan Adat Bali Sumatera Selatan (PABSS) Provinsi Sumatera Selatan, Dr IGB Surya Negara menambahkan bahwa, dalam tradisi Hindu, Hari Suci Nyepi dijalankan melalui Catur Brata Penyepian, yaitu empat bentuk pengendalian diri: tidak menyalakan api atau cahaya secara berlebihan (amati gni), tidak bekerja (amati karya), tidak bepergian (amati lelungon), serta tidak menikmati hiburan atau kesenangan duniawi (amati lelangon) dijalankan dengan puasa 24 jam.

Selain sebagai momentum spiritual, perayaan Nyepi juga diharapkan semakin memperkuat nilai toleransi dan kerukunan antarumat beragama di Sumatera Selatan.

Dalam semangat kebersamaan tersebut, umat Hindu menyampaikan Selamat menjalankan ibadah puasa dan menyambut Hari Raya Idul Fitri kepada umat Muslim, serta Selamat Tahun Baru Imlek kepada umat Konghucu dan masyarakat yang merayakannya.

BACA JUGA:Lampu Lalu Lintas Tidak Berfungsi, Simpang 4 Pakjo Jadi Rawan Kemacetan Di Pagi dan Sore Hari

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait