FGD di Universitas Bina Darma Palembang Bahas Pengembangan Aplikasi Penerjemah Bahasa Daerah
Aplikasi penerjemah bahasa daerah Sumsel mulai dikembangkan Universitas Bina Darma melalui FGD yang melibatkan pemerintah, budayawan, dan komunitas.--
Universitas Bina Darma Gelar FGD Pengembangan Aplikasi Penerjemah Bahasa Daerah Sumatera Selatan
Palembang,SUMEKS.CO- Universitas Bina Darma (UBD) Palembang menggelar Focus Group Discussion (FGD) awal untuk pengembangan aplikasi cerdas penerjemah bahasa daerah Sumatera Selatan (Sumsel).
Kegiatan ini berlangsung pada 4 Maret 2026 di Smart Class lantai 6 Universitas Bina Darma dan menjadi langkah awal dalam upaya memanfaatkan teknologi digital untuk melestarikan bahasa daerah.
FGD tersebut merupakan bagian dari program hibah Dana Indonesiana kategori Penciptaan Karya Kreatif dan Inovatif dari Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia tahun 2025 yang diterima oleh Dr. Yesi Novaria Kunang, S.T., M.Kom.
Melalui program ini, Universitas Bina Darma berinisiatif mengembangkan sebuah aplikasi cerdas penerjemah bahasa daerah Sumatera Selatan yang diharapkan mampu menjadi sarana inovatif dalam menjaga keberlangsungan bahasa lokal di tengah perkembangan teknologi digital.
Dukung Pelestarian Bahasa Daerah. Kegiatan FGD dibuka secara resmi oleh Wakil Rektor Bidang Akademik Universitas Bina Darma (UBD), M. Izman Herdiansyah, S.T., M.M., Ph.D. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi atas inisiatif pengembangan aplikasi penerjemah bahasa daerah tersebut.
Ia berharap program ini tidak hanya berhenti pada tahap penelitian, tetapi juga dapat terus dikembangkan hingga menjadi aplikasi yang benar-benar bermanfaat bagi masyarakat luas.
BACA JUGA:Pondok Buser, Bisnis Kuliner Mahasiswi UBD yang Kini Kantongi NIB dan Hak Cipta
BACA JUGA:Keren! Mahasiswa Teknik Informatika UBD Bangun Sistem Digital Bank Sampah Graha Pena

Universitas Bina Darma mengembangkan aplikasi cerdas penerjemah bahasa daerah Sumatera Selatan sebagai upaya pelestarian budaya di era digital.--
“Pengembangan aplikasi ini menjadi langkah penting dalam memanfaatkan teknologi untuk mendukung pelestarian bahasa daerah. Kami berharap program ini dapat terus berlanjut dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” ujarnya.
Libatkan Pemerintah, Budayawan, dan Komunitas. FGD ini juga dihadiri oleh berbagai pihak yang memiliki perhatian terhadap pelestarian bahasa dan budaya daerah.
BACA JUGA:Mahasiswa Ilmu Komunikasi UBD Asah Kepemimpinan Lewat Latihan Dasar Organisasi
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
