Teknologi Vision Pulse Hyundai-Kia 2026: Sistem Pintar Anti-Tabrakan dengan Presisi Tinggi
Teknologi Vision Pulse Hyundai-Kia 2026: Sistem Pintar Anti-Tabrakan dengan Presisi Tinggi--Doc sumeks.co
SUMEKS.CO,- Industri otomotif global terus bergerak menuju era kendaraan yang semakin cerdas dan aman.
Hyundai dan Kia kembali menunjukkan keseriusannya dalam inovasi keselamatan dengan menghadirkan teknologi terbaru bernama Vision Pulse, sebuah sistem keselamatan pintar yang mulai diterapkan pada lini kendaraan model tahun 2026.
Teknologi ini digadang-gadang menjadi terobosan baru dalam sistem anti-tabrakan berbasis sensor presisi tinggi.
Dirangkum dari berbagai sumber Rabu 11 Februari 2026 Vision Pulse merupakan bagian dari pengembangan lanjutan Advanced Driver Assistance Systems (ADAS) Hyundai dan Kia.
BACA JUGA:Review Hyundai Ioniq 9 di IIMS 2026: SUV Listrik Premium 7 Seater dengan Jarak Tempuh 620 KM
BACA JUGA:Hyundai Kona Generasi Ketiga Tertangkap Uji Jalan, Bukan Facelift dan Siap Debut 2027
Berbeda dengan sistem keselamatan konvensional yang mengandalkan kamera dan radar saja, Vision Pulse memadukan berbagai sumber data sensor menjadi satu sistem terpadu yang mampu “merasakan” kondisi sekitar kendaraan secara real-time dengan tingkat akurasi yang jauh lebih tinggi.
- Cara Kerja Vision Pulse
Secara teknis, Vasion Pulse bekerja dengan menggabungkan data dari kamera, radar, sensor ultrasonik, serta teknologi Ultra-Wideband (UWB).

Teknologi Vision Pulse yang disematkan pada Hyundai dan KIA 2026--Doc sumeks.co
Teknologi UWB, memungkinkan sistem mendeteksi jarak dan posisi objek di sekitar kendaraan dengan ketelitian hingga hitungan sentimeter.
Hasil pengolahan data ini, kemudian dianalisis oleh unit komputasi kendaraan untuk memprediksi potensi risiko tabrakan.
Keunggulan utama Vision Pulse adalah kemampuannya membaca situasi kompleks, seperti di persimpangan padat, jalan sempit perkotaan, area parkir, hingga kondisi cuaca buruk.
Bahkan ketika visibilitas kamera terganggu oleh hujan deras, kabut, atau cahaya minim, sistem ini tetap dapat mendeteksi keberadaan kendaraan lain, sepeda motor, pejalan kaki, maupun objek statis.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:










