Banner Pemprov
Pemkot Baru

Petugas Pernah Berhaji Disiagakan Lebih Awal di Mina, Cek Ini Agenda Haji 1447 H/2026 M

Petugas Pernah Berhaji Disiagakan Lebih Awal di Mina, Cek Ini Agenda Haji 1447 H/2026 M

Kementerian Haji menyiapkan skema baru Haji 2026 untuk meningkatkan pelayanan jemaah di Mina dan Armuzna.--

Petugas Pernah Berhaji Disiagakan Lebih Awal di Mina, Cek Ini Agenda Haji 1447 H/2026 M

Sumeka.co, Ini skema baru Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi dalam menyiapkan penyelenggaraan ibadah haji 1447 Hijriah/2026 M.

Salah satu langkah strategis diterapkan kementrian Haji  adalah menempatkan petugas yang sudah pernah menunaikan ibadah haji untuk lebih awal bersiaga di Mina guna memperkuat layanan pada fase puncak haji.

Kebijakan kementrian haji tersebut disampaikan oleh Kepala Satuan Operasional (Kasatop) Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna), H Harun Al Rasyid.

Ia menjelaskan bahwa penempatan petugas berpengalaman di Mina merupakan bagian dari upaya meningkatkan efektivitas pelayanan jemaah di kawasan Armuzna. Khususnya di Mina yang menjadi titik krusial pergerakan jemaah.


Penampakan Jemaah Haji asal Sumsel saat di Mina musim haji kemarin.--

“Rencana tahun ini, petugas baik dari unsur perlindungan jemaah (linjam) maupun layanan lainnya yang sudah berhaji akan langsung kita tempatkan dari pemondokan di Makkah menuju Mina,” ujar Harun.

Menurutnya, penempatan ini dilakukan bersamaan dengan pergerakan jemaah dari Makkah menuju Arafah.

BACA JUGA:SIAP-SIAP Mulai Hari Ini, Pelunasan Biaya Haji 2026 Tahap II Dibuka Kemenhaj, Begini Prosesnya

BACA JUGA:Lansia Dapat Prioritas Kuota 5 Persen Haji 2026 Setiap Provinsi

Dengan skema tersebut, petugas sudah lebih dahulu berada di Mina dan siap menyambut, serta memantau arus jemaah sejak mereka bergerak dari Arafah ke Muzdalifah hingga kembali ke Mina.

Harun menilai, kehadiran petugas haji 2026 lebih awal di lokasi strategis akan membuat proses pemantauan dan pemberian bantuan kepada jemaah menjadi jauh lebih efektif.

“Dengan demikian, pos-pos yang menjadi tanggung jawab petugas PPIH bisa maksimal dalam melakukan pemantauan, peninjauan, serta memberikan bantuan yang dibutuhkan jemaah,” jelasnya.

Dalam pelaksanaan haji 1447 H/2026 M, petugas Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) akan mengisi sedikitnya 10 pos layanan di kawasan Mina dan 10 pos lainnya di jalur yang dilalui jemaah.

Selain itu, petugas perlindungan jemaah dan layanan lainnya juga akan disiagakan pada Mobile Crisis Rescue (MCR) di kawasan Jamarat, terutama di lantai atas dan lantai 3 yang terdiri dari lima pos.

“Jarak antara tenda Mina dengan pos-pos di Jamarat cukup jauh. Karena itu, petugas sudah kita tempatkan langsung di lokasi agar saat jemaah tiba, petugas sudah siap dan tenaga mereka tidak terkuras oleh perjalanan,” kata Harun.

Ia menambahkan bahwa pada malam pertama, ketika jemaah bergerak dari Muzdalifah menuju Mina dan selanjutnya ke Jamarat, potensi kepadatan serta kelelahan jemaah sangat tinggi.

Dalam kondisi tersebut, jemaah sangat mungkin membutuhkan pertolongan secara cepat dan tepat.

BACA JUGA:Pertemuan Menag Haji Indonesia dengan Dubes Arab Saudi, Persiapan Haji 2026/1447 H Jadi Sorotan Dunia

BACA JUGA:Transisi Penuh Haji 2026 ke BP Haji Tunggu Payung Hukum

“Di situlah kita menilai akan jauh lebih efektif jika petugas yang sudah memiliki pengalaman berhaji ditempatkan langsung di pos-pos tersebut,” ujarnya.

Kebijakan ini, lanjut Harun, merupakan hasil evaluasi menyeluruh dari pelaksanaan haji pada tahun-tahun sebelumnya.

Meski secara umum penyelenggaraan haji telah berjalan dengan baik, Kementerian Haji dan Umrah terus melakukan penyempurnaan agar pelayanan jemaah semakin optimal.

“Apa yang kemarin dirasa belum efektif, tahun ini kita perbaiki dan kita efektifkan lagi, baik dari sisi penempatan maupun penguatan personel di lapangan,” tandasnya.

Ini Agenda dan Jadwal Haji 1447 H/2026 M

Seiring dengan penguatan skema pelayanan tersebut, pemerintah juga telah menetapkan rencana perjalanan ibadah haji 1447 Hijriah/2026 M yang mencakup tahapan keberangkatan, puncak haji, hingga pemulangan jemaah ke Tanah Air.

Jemaah haji dijadwalkan mulai masuk asrama haji pada 21 April 2026 (4 Dzulqaidah 1447 H).

Selanjutnya, pemberangkatan jemaah haji Gelombang I dari Tanah Air menuju Madinah akan berlangsung pada 22 April hingga 6 Mei 2026 (5–19 Dzulqaidah 1447 H).

Keberangkatan Gelombang I dari Tanah Air ke Madinah berlanjut hingga 15 Mei 2026 (28 Dzulqaidah 1447 H).

Sementara itu, pemberangkatan jemaah haji Gelombang II dari Tanah Air menuju Jeddah dijadwalkan pada 7–21 Mei 2026 (21 Dzulqaidah–4 Dzulhijjah 1447 H), dengan batas akhir keberangkatan atau closing date pada 21 Mei 2026 pukul 24.00 WAS.

BACA JUGA:Babak Baru Kasus Haji 2024: KPK Akhirnya Tetapkan Gus Yaqut Tersangka Dugaan Korupsi Kuota Jemaah Haji

BACA JUGA:KPK Naikkan Kasus Dugaan Korupsi Kuota Haji ke Penyidikan, Gus Yaqut Sudah Diperiksa, Siapa Tersangkanya?

Puncak ibadah haji ditandai dengan pelaksanaan wukuf di Arafah pada 26 Mei 2026 (9 Dzulhijjah 1447 H).

Selanjutnya, jemaah akan menjalani rangkaian Hari Tasyrik pada 27–29 Mei 2026 (11–13 Dzulhijjah 1447 H), yang meliputi Nafar Awal dan Nafar Tsani.

Hari Raya Iduladha 1447 H jatuh pada 27 Mei 2026 (10 Dzulhijjah 1447 H).

Untuk tahap pemulangan, jemaah Gelombang I dijadwalkan kembali ke Tanah Air pada 1–15 Juni 2026 (15–29 Dzulhijjah 1447 H).

Sementara Gelombang II akan dipulangkan secara bertahap mulai 7 hingga 30 Juni 2026.

Kedatangan jemaah Gelombang I di Tanah Air dimulai 1 Juni 2026, sedangkan Gelombang II berlangsung pada 16 Juni hingga 1 Juli 2026.

Adapun 1 Muharram 1448 H, yang bertepatan dengan 16 Juni 2026, akan menjadi penanda Tahun Baru Hijriah 1448.

Dengan skema penempatan petugas yang lebih matang dan agenda perjalanan yang telah disusun secara rinci.

Pemerintah berharap penyelenggaraan ibadah haji 1447 H/2026 M dapat berjalan lebih tertib, aman, dan memberikan kenyamanan maksimal bagi seluruh jemaah.

 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: