Ribuan KK di Kabupaten OKI Terdampak Banjir, Sebagian Dievakuasi
Ketinggian air di Desa Tebing Suluh Kecamatan Lempuing Kabupaten OKI yang alami banjir. Foto : Dokumen/Sumeks.Co--
Ribuan KK di Kabupaten OKI Terdampak Banjir, Sebagian Dievakuasi
KAYUAGUNG, SUMEKS.CO - Hujan yang turun belakangan ini di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) membuat sejumlah pemukiman warga di beberapa desa pada dua Kecamatan terendam banjir.
Banjir yang melanda di Kecamatan Lempuing dan Mesuji sudah terjadi beberapa hari ini dengan kedalaman 1 meter lebih, sehingga ada sebagian warga dievakuasi ke tempat yang lebih aman.
Dari bencana alam banjir ini ada sebanyak 1.864 Kepala Keluarga (KK) terdampak. Termasuk juga lahan pertanian 1.540 hektare dan lahan perkebunan seluas 545 hektar.
"Dari jumlah ribuan warga yang terdampak banjir 233 KK telah mengungsi dan dievakuasi," ujar Kepala BPBD Kabupaten OKI, Listiadi Martin melalui Sekretaris, Nova Trissuyanto, Minggu 11 Januari 2026.
BACA JUGA:Babinsa Lempuing Evakuasi Warga di Desa Tebing Suluh OKI Terdampak Banjir
Dijelaskan Nova, sebagian warga yang dievakuasi telah dilakukan kemarin dan hari ini. Evakuasi warga pihaknya dibantu TNI dan POLRI.
"Evakuasi dilakukan dikarenakan air terus tinggi. Tetapi hari ini sedikit surut. Seperti di Desa Tebing Suluh Lempuing ada 30 KK yang dievakuasi," ungkap Nova.
Masih dijelaskan Nova, banjir melanda hampir di sejumlah desa pada Kecamatan Lempuing, yaitu Desa Kutapandan, Cahya Makmur , Cahya Maju, Cahya Bumi, Kepayang, Sumber Agung.
Lalu Desa Bumi Arjo Makmur, Sumber Makmur, Tebing Suluh. Kemudian di Kecamatan Mesuji banjir menggenangi Desa Pematang Panggang, Surya Adi, Jaya Bakti, Kota Baru dan Margo Bakti.
BACA JUGA:Update Banjir Banyuasin: Muara Sugihan Terendam, Warga Diminta Waspada hingga 18 Januari 2026
BACA JUGA:Banjir di Kabupaten OKI Meluas, BPBD dan TNI Polri Evakuasi Warga di Desa Tebing Suluh
"Pada Jumat kemarin banjir melanda pemukiman warga termasuk jalan poros, lahan pertanian dan perkebunan ini karena volume air Sungai Macak mengalami peningkatan sehingga meluap," jelas Nova.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:










