Polres OKI Selidiki Video Drone Dugaan Pembakaran Lahan di OKI
Rekaman video dugaan pembakaran lahan di Kabupaten OKI. Foto : Sumeks.Co--
Polres OKI Selidiki Video Drone Dugaan Pembakaran Lahan di OKI
KAYUAGUNG, SUMEKS.CO - Polres OKI saat ini masih lakukan penyelidikan terkait video drone dugaan pembakaran lahan di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) yang viral.
Dimana dalam rekaman kamera drone memperlihatkan dugaan aksi pembakaran lahan di Kabupaten OKI.
Dalam video yang beredar ada dua orang pria yang diduga melakukan pembakaran lahan. Adanya dua orang pria itu, Polres OKI masih mendalaminya, apakah benar aktivitas keduanya melakukan pembakaran lahan.
Hal ini disampaikan Kapolres OKI, AKBP Agung Adhytia Prananta SH SIK MH melalui Kasat Reskrim, AKP M Raka Dwi Darma STrk SIK MM dan Kanit Pidsus Satreskrim, Ipda Husin Saputra, SE CPHR, saat dikonfirmasi, SUMEKS.CO, Selasa 27 Oktober 2026.
BACA JUGA:Cegah Api Meluas Bakar Lahan di Palem Raya Ogan Ilir, Personel Gabungan Sinergi Lakukan Penanganan
Dikatakan Kanit Pidsus, Polres OKI mendalami kedua orang yang ada dalam rekaman video tersebut. Dimana diduga terlibat dalam pembakaran lahan kosong seluas sekitar 4 hektare yang terletak di Desa Belanti, Kecamatan SP Padang Kabupaten OKI.
"Saat ini masih dilakukan penyelidikan dan mendalami terkait hal rekaman video dugaan pembakaran lahan oleh dua orang pria," ungkap Ipda Husin.
Terkait hal ini, lanjutnya, kedua orang pria itu telah diketahui identitasnya dan juga telah menyita barang bukti.
Mengenai kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) untuk pengungkapan kasus ini menjadi perhatian. Dikarenakan karhutla menimbulkan dampak serius terhadap lingkungan, kesehatan masyarakat, serta aktivitas warga akibat asap yang ditimbulkan.
BACA JUGA:Polres OKI Temukan Warga Bakar Lahan untuk Tanam Padi Terancam 3 Tahun Penjara
BACA JUGA:Bakar Lahan 1, 5 Hektar di SP Padang untuk Tanam Padi Berujung Diamankan Polres OKI
"Untuk dua orang pria yang telah dikantongi identitasnya, tetapi kita belum bisa menyimpulkan alasan di balik dugaan pembakaran tersebut. Penyidik masih mendalami motif serta mengumpulkan informasi untuk memastikan bagaimana peristiwa itu terjadi," bebernya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:











