Bursah Zarnubi Siapkan Penataan Kawasan Megalit Lahat Jadi Destinasi Wisata Dunia
Bursah Zarnubi: Budaya Megalit Harus Dikenalkan ke Dunia Internasional--
Bupati Lahat Bursah Zarnubi Dorong Penataan Kawasan Megalit sebagai Destinasi Edukasi dan Wisata Budaya
LAHAT, SUMEKS.CO- Bupati Lahat, Bursah Zarnubi, kembali meninjau kawasan Situs Megalit Tinggi Hari 1, 2, dan 3 yang berada di Desa Pulau Pinang, Kecamatan Pulau Pinang, serta Desa Simpur, Kecamatan Gumay Ulu, Kamis (30 Mei 2026).
Kunjungan tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya pemerintah daerah untuk mengembangkan kawasan megalit menjadi destinasi wisata budaya, pusat edukasi, dan lokasi penelitian yang memiliki nilai sejarah tinggi.
Dalam kesempatan itu, Bursah menegaskan bahwa warisan budaya megalitik yang tersebar di Kabupaten Lahat memiliki arti penting bagi sejarah peradaban manusia.
Situs-situs yang diperkirakan telah ada sejak 1.000 hingga 2.000 tahun sebelum Masehi tersebut menjadi bukti bahwa wilayah Lahat menyimpan jejak peradaban kuno yang bernilai nasional bahkan internasional.
Menurutnya, keberadaan peninggalan seperti menhir, tetralit, arca, lumpang batu, dan berbagai artefak lainnya harus diperkenalkan kepada generasi muda agar mereka memahami perjalanan sejarah dan kehidupan masyarakat pada masa lampau.
“Anak-anak harus mengetahui bahwa leluhur kita telah memiliki kebudayaan dan kreativitas yang luar biasa sejak ribuan tahun lalu. Warisan ini perlu dikenalkan lebih luas sebagai bagian dari identitas dan kebanggaan daerah,” ujar Bursah.
Ia menilai kebudayaan megalitik tidak hanya memiliki nilai sejarah dan akademis, tetapi juga berpotensi menjadi sarana pembelajaran bagi pelajar, mahasiswa, maupun peneliti dari berbagai daerah dan negara. Karena itu, Pemerintah Kabupaten Lahat berencana melakukan penataan kawasan secara bertahap agar lebih mudah diakses dan nyaman bagi pengunjung.
Bursah mengungkapkan sejumlah konsep pengembangan yang tengah disiapkan, di antaranya pembangunan area parkir yang memadai, pelebaran akses jalan, penyediaan fasilitas ibadah, hingga ruang bagi masyarakat untuk menjual berbagai produk dan cendera mata khas daerah.
Menurutnya, pengembangan kawasan megalit harus mampu memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar tanpa menghilangkan nilai sejarah dan budaya yang dimiliki situs tersebut.
“Pelestarian budaya dan sejarah harus berjalan seiring dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Kawasan ini memiliki potensi besar untuk menggerakkan ekonomi desa melalui sektor pariwisata dan usaha kreatif masyarakat,” katanya.
Selain kawasan situs megalit, Pemerintah Kabupaten Lahat juga melihat potensi panorama alam Bukit Barisan yang membentang di sekitar Bukit Payung sebagai daya tarik wisata pendukung. Keindahan alam tersebut dinilai dapat dikembangkan menjadi kawasan wisata terpadu yang menawarkan pemandangan alam, fasilitas kuliner, hingga akomodasi yang tetap selaras dengan karakter lingkungan dan kekayaan budaya setempat.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Lahat, Izromaita, menyatakan dukungannya terhadap rencana pengembangan kawasan megalit di Kecamatan Gumay Ulu dan Pulau Pinang.
Menurutnya, perpaduan antara nilai sejarah, budaya, dan potensi alam dapat menjadi kekuatan besar dalam membangun destinasi wisata edukatif yang berdaya saing.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:




