Banner Pemprov

Implementasi Pancasila Dalam Kehidupan Sehari-Hari

Implementasi Pancasila Dalam Kehidupan Sehari-Hari

Nama : ENGGA NOVA WULANDARI 

NIM : P07124226146 

Lokus : Prabumulih 

Prodi : RPL Kebidanan 

Dosen Pengajar : WENDY ANUGRAH OCTAVIAN, S.Pd, M.Pd   

Sebagai bidan sekaligus ibu rumah tangga, saya menjalani dua peran yang sama-sama penting dalam hidup. Setiap hari saya berusaha menerapkan nilai-nilai Pancasila, baik saat bekerja maupun saat mengurus keluarga di rumah. Pancasila bukan cuma hafalan atau teori yang dipelajari waktu sekolah dulu, tapi benar-benar  jadi  panduan  hidup  saya.  Dengan  mengamalkan  Pancasila,  saya  merasa lebih  terarah  dalam  mengambil  keputusan  dan  bersikap  kepada  orang  lain. Meskipun kadang lelah dengan rutinitas yang padat, nilai-nilai Pancasila selalu mengingatkan saya untuk tetap berbuat baik. 

Sila pertama tentang Ketuhanan Yang Maha Esa selalu saya pegang teguh dalam setiap aktivitas. Sebelum menolong persalinan, saya selalu  berdoa dulu supaya  prosesnya  lancar  dan  ibu  beserta  bayinya  selamat.  Di  rumah,  saya biasakan  anak-anak  untuk  sholat  tepat  waktu  dan  mengaji  setiap  hari.  Di lingkungan sekitar, saya pun menghargai perbedaan agama maupun kepercayaan yang dianut. 

Untuk  Sila  Kedua  Kemanusiaan yang Adil dan Beradab, saya  berusaha  memperlakukan semua pasien dengan baik tanpa pilih-pilih. Entah itu pasien yang kaya atau yang kurang mampu, semuanya saya layani dengan sepenuh hati. Di rumah, saya juga mengajarkan anak-anak untuk peduli pada sesama, tidak pilih – pilih teman, tidak melakukan bullying dimanapun sedang berada, serta menghormati guru ataupun orang yang lebih tua. 

Sila  ketiga  tentang  Persatuan  Indonesia  saya  terapkan  dengan  cara menghargai perbedaan yang ada di sekitar saya. Di tempat kerja, rekan-rekan saya berasal dari berbagai suku dan daerah, tapi kami tetap kompak bekerja sama. Di rumah, saya kenalkan anak-anak dengan berbagai budaya Indonesia lewat cerita dan lagu daerah. Dengan begitu, mereka belajar bahwa perbedaan itu indah dan harus dijaga, bukan malah jadi alasan untuk bertengkar. 

Sila keempat tentang Kerakyatan yang dipimpin oleh kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan, saya wujudkan dengan selalu musyawarah dalam mengambil keputusan. Kalau ada pasien yang harus dirujuk ke rumah sakit, saya selalu  diskusi  dulu  dengan  keluarganya  supaya  mereka  paham  dan  setuju.  Di rumah,  keputusan  penting  seperti  mau  liburan  kemana  atau  beli  apa,  selalu dibicarakan  terlebih  dahulu  bersama  suami  dan  anak-anak.  Saya  tidak memaksakan kehendak sendiri tanpa mendengar pendapat orang lain. Cara ini membuat hubungan di keluarga dan pekerjaan jadi lebih harmonis. 

Sila kelima tentang Keadilan Sosial bagi seluruh rakyat indonesia saya praktikkan dengan memberikan pelayanan kesehatan yang merata untuk semua orang. Di rumah, saya usahakan semua anak dapat perhatian dan fasilitas yang sama, tidak ada yang dibeda-bedakan. Saya juga ajarkan mereka untuk berbagi dengan yang membutuhkan, misalnya menyumbangkan mainan atau baju yang sudah tidak terpakai.(*) 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: