Era Baru Baterai: Teknologi Solid-State Janjikan Isi Cepat dan Umur Lebih Panjang untuk Kendaraan Listrik

Daya Tahan Baterai Mobil Listrik: Kekhawatiran yang Sering Jadi Perdebatan--
SUMEKS.CO - Fakta terbaru, jika baterai kendaraan listrik kini memasuk era baru. Jauh lebih tahan 8 hingga 10 tahun atau sama dengan 160.000 km.
Mobil listrik tahan banting dan lebih hemat daya itu berkat sokongan teknologi solid-state yang menjanjikan isi lebih cepat serta umur lebih panjang.
Isu hotnya adalah keraguan soal soal kekuatan baterai mobil listrik, baterai cepat rusak, mahal diganti, dan bikin mobil jadi nggak layak pakai.
Kekhawatiran ini wajar banget, apalagi kalau dibandingin sama mobil bensin yang sudah terbukti tahan lama. Tapi, seberapa besar sih sebenarnya masalah daya tahan baterai ini?
BACA JUGA:Lebih Hemat Rp280 Ribu! Ini Hitungan Biaya Mobil Listrik vs Bensin untuk 400 Km
Faktanya, baterai mobil listrik didesain untuk tahan lama. Rata-rata produsen kasih garansi 8 sampai 10 tahun, atau sekitar 160.000 km.
Artinya, dalam jangka waktu itu baterai dijamin tetap bisa berfungsi normal. Malah Kalau dipakai dengan bijak, umur baterai bisa jauh lebih panjang.
Bahkan, banyak laporan dari pengguna mobil listrik menunjukkan baterai mereka masih punya kapasitas lebih dari 80% setelah dipakai bertahun-tahun.
Jadi, kekhawatiran baterai langsung rusak dalam 2–3 tahun sebenarnya agak berlebihan.
BACA JUGA:Mobil Listrik: Tren Masa Depan atau Sekadar Gimmick Modern
Meski begitu, tetap ada hal yang perlu diperhatikan. Sama kayak smartphone, kapasitas baterai mobil listrik bisa menurun seiring waktu, proses yang dikenal dengan istilah degradasi.
Faktor yang mempercepat degradasi biasanya adalah kebiasaan ngecas terlalu sering hingga penuh 100%, membiarkan baterai kosong terlalu lama, atau sering menggunakan fast charging.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: