Angkatan Udara Yordania Jatuhkan Bantuan di Pantai Rafah, Nelayan Palestina Dibikin Kewalahan

Angkatan Udara Yordania Jatuhkan Bantuan di Pantai Rafah, Nelayan Palestina Dibikin Kewalahan

Pesawat Angkatan Udara Yordania menjatuhkan bantuan di pantai Rafah Palestina. foto: @rafahnews/sumeks.co.--

Masuknya tentara pendudukan Israel ke Rafah akan mejadi pelanggaran terhadap perjanjian Camp David.

Mesir tidak akan meneirma agresi dan pertumpahan darah di Rafah Palestina.

“Itu artinya Israel akan melakukan invasi lebih besar lagi, dan mereka (Israel) sudah melakukan persiapan besar-besaran untuk itu,” tandasnya.

BACA JUGA:Heroik, 6 Dokter dan Perawat Norwegia Dipimpin Dr Erik Fosse Mendekati Rafah, Bertekad Masuk ke Gaza Malam Ini

Sebelumnya, Ro Khanna, anggota kongres Amerika Serikat sampai geleng-geleng kepala.

Perdana Menteri Israel Netanyahu melawan perintah Amerika bahkan masyarakat Internasional.

“Ini berita buruk yang saya daat dari Gaza, Netanyahu sekarang menentang Amerika,” tegasnya di akun pribadinya @Rep.RoKhanna, Sabtu, 10 Februari 2024.

Salah satu anggota kongres sukses menggagalkan bantuan 17 miliar dolar ke Israel itu heran dengan sikap Bibi (panggilan lain Netanyahu) yang keras kepala.

BACA JUGA:Pedagang Narkoba Maroko Stop Jual Ganja pada Pengedar Israel, Netizen: ‘Mereka Penjahat, Bukan Monster!’

Amerika sudah memperingatkan Netanyahu supaya stop perang tapi dia malah nekat.

“Masyarakat Internasional dia lawan dan kini Amerika juga dia lawan,” cetusnya.

Ro Khanna menyesalkan perintah terakhir Netanyahu kepada pasukannya untuk menyerang Rafah.

Padahal Rafah adalah lokasi terakhir pengungsi Palestina. “Disana tinggal 1,4 juta rakyat Palestina, mereka telah meninggalkan banyak kota yang dihancurkan Israel,” ungkapnya.

BACA JUGA:Hakim Nawaf Salam yang Dikecam Israel ‘Antisemitis’ Akhirnya Jadi Presiden Mahkamah Internasional

Dan sekarang, lanjut Ro Khanna, Israel malah menyerang daerah terakhir mereka berlindung.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: