Ketua KNPI Imbau Tak Pilih Caleg Domisili Luar Prabumulih, Ini Alasannya!

Ketua KNPI Imbau Tak Pilih Caleg Domisili Luar Prabumulih, Ini Alasannya!

Ketua KNPI Kota Prabumulih, Aden Tamrin SE, mengimbau masyarakat kota Prabumulih harus memilih caleg dengan cermat dan bijak pada periode 2024-2029. Foto: dokumen/sumeks.co--

PRABUMULIH, SUMEKS.CO - Masyarakat kota Prabumulih harus memilih calon legislatif (caleg) dengan cermat dan bijak pada periode 2024-2029. 

Hal itu diungkap Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kota Prabumulih, Aden Tamrin SE, Minggu 10 Desember 2023.

Dijelaskan mantan anggota DPRD Kota Prabumulih periode 2009-2014 itu, pentingnya mempertimbangkan rekam jejak, karakter, dan integritas caleg sebelum menentukan pilihan. 

"Masyarakat Prabumulih perlu mengenali lebih dekat sosok caleg yang akan dipilih, termasuk mengetahui asal-usul, keberadaan rumah, keluarga, dan jejak karirnya," bebernya.

BACA JUGA:Curi Start Kampanye, Bawaslu Prabumulih Tertibkan APK-APS Caleg, Diangkut 2 Truk dan 3 Pick Up

"Intinya gini, pilihlah caleg yang benar-benar kita kenal siapa orangnya, dimana rumahnya, siapa keluarganya, dan apa yang sudah dia capai. Siapapun calegnya, asalkan orangnya baik dan mumpuni," ujarnya dengan tegas.

Lebih lanjut, Aden memberikan imbauan kepada masyarakat agar tidak tergoda memilih caleg yang bersifat oportunistik, yaitu mereka yang hanya mencari keuntungan untuk diri sendiri tanpa memperhatikan kepentingan masyarakat. 

"Jangan pilih caleg oportunistik, yang rumahnya tidak kita kenal, keluarganya juga tidak kita tahu, apalagi belum pernah datang saat diundang," tambahnya seraya mengajak warga Prabumulih untuk memilih caleg yang memiliki kedekatan dan keakraban dengan masyarakat setempat.

Dia juga menyoroti pentingnya caleg yang domisili di Prabumulih, bukan hanya memiliki KTP Prabumulih saja. 

BACA JUGA:Nah Loh! Pilih Caleg atau Kades ,Nyaleg Kepala Desa Wajib Mundur

Baginya, keberadaan caleg yang dekat dengan warganya akan memudahkan dalam menerima aspirasi dan memahami berbagai permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat setempat. 

"Kalau dekat, mudah meresapi kebutuhan dan aspirasi rakyat," katanya.

Dalam pandangannya, Aden menegaskan bahwa tidak semua politikus layak duduk di kursi legislatif. 

Menurutnya, seorang politikus yang menduduki kursi tersebut haruslah memiliki wawasan luas, jiwa kepemimpinan, dan moral yang tinggi (ahlaqul karimah). 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: