Tim Operasi Gabungan Tangkap Perekrut Penjual Ginjal Jaringan Internasional di Palembang

Tim Operasi Gabungan Tangkap Perekrut Penjual Ginjal Jaringan Internasional di Palembang

Tim operasi gabungan mengamankan sindikat penjualan ginjal jaringan internasional. Salah satu perekrut ditangkap di Palembang. Foto: Disway.id--

Tim Operasi Gabungan Tangkap Perekrut Penjual Ginjal Jaringan Internasional di Palembang 

JAKARTA, SUMEKS.CO – Seorang pria berinisial D di Jalan Macan Lindungan, Bukit Baru, Kecamatan IB II Palembang ditangkap tim operasi gabungan dari Polda Metro Jaya (PMJ) dan Polres Bekasi.

Tersangka D diamankan terlibat jaringan internasional sindikat penjualan ginjal yang mengancam keselamatan banyak orang.

Ada 12 orang yang dijadikan tersangka. Untuk peran tersangka D merupakan perekrut para korban.

Dan ternyata sudah mengirimkan 24 orang ke Kamboja dalam praktik yang sangat berbahaya ini.

sBACA JUGA:Siber Polda Sumsel Beberkan Modus Sindikat Penipuan Pembelian Beras Online yang Diotaki Napi di Lampung

Dia mengaku akan dijanjikan bayaran sebesar Rp2 juta untuk setiap korban yang telah memberikan ginjalnya.

Modus mencari calon pendonornya, tersangka D memanfaatkan media sosial sebagai sarana untuk mencari para korbannya.

Dikutip dari disway.id, Direktur Ditreskrimum Polda Metro Jaya, Kombes Pol Hengki Haryadi, menjelaskan identitas korban sangat beragam.

Mulai dari lulusan S2 dari universitas ternama, guru, hingga buruh dan sekuriti.

BACA JUGA:Sindikat Pembuatan SIM Palsu di Gelumbang Muara Emim Terbongkar, 3 Pelaku Diamankan

“Sindikat penjual ginjal ini ditangkap di Palembang. Dia memilih korban tanpa pandang bulu yang berasal dari berbagai kalangan. Bahkan ada calon pendonor yang merupakan lulusan S2 dari Universitas ternama, yang terdampak pandemi tanpa pekerjaan. Selain itu, ada juga buruh, sekuriti, dan lainnya,” beber Hengki pada Jumat, 21 Juli 2023.

Sementara motif para korban yang telah menjadi pendonor ginjal di Kamboja ini, lantaran tergoda oleh janji bayaran besar yang ditawarkan oleh para tersangka.

“Tawaran untuk transaksi ginjal di jaringan Kamboja di Bekasi mencapai angka Rp 135 juta. Motifnya adalah masalah ekonomi dan ketidakstabilan keadaan, sehingga sindikat dan jaringan ini dapat memanfaatkannya,” ungkapnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: