Alamak, Sudah Ada Sejak 1965 KKB Belum Bisa Ditumpas Juga, Dulu Disebut OPM

Alamak, Sudah Ada Sejak 1965 KKB Belum Bisa Ditumpas Juga, Dulu Disebut OPM

Senjata tradisonal mematikan yang dimilikki KKB--

Alamak, Sudah Ada Sejak 1965 KKB Belum Bisa Ditumpas Juga, Dulu Disebut OPM

SUMEKS.CO - Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) didirikan pada tahun 1965. Pada awalnya kelompok ini menamakan diri sebagai Organisasi Papua Merdeka (OPM).

OPM berkeinginan mengakhiri pemerintahan Provinsi Irian Jaya, yang sekarang dikenal dengan sebutan Provinsi Papua dan Papua Barat.

Situs resmi kemhan.go.id, menulis bahwa KKB adalah kelompok pro kemerdekaan tanah Papua. Hal tersebut sesuai dengan sejarah terbentuknya KKB.

Tujuan utamanya yakni ingin melepaskan Papua dari Negara Kesatuan Republik Indonesia, maka kelompok ini dianggap sebagai gerakan separatis yang dapat mengancam keutuhan negara.

BACA JUGA:HOT INFO..Peluru KKB Tak Habis-habis, Kunci Ada pada Yonce Lokbere Anak Buah Egianus Kogoya, Siapa yang Pasok!

Karena ingin melepaskan Papua dari Negara Kesatuan Republik Indonesia Pemimpin KKB Papua, Egianus Kogoya menjadi sosok yang sangat mengerikan.

Pada tahun 2021 Polri merilis jumlah anggota KKB tidak terlalu banyak, lebih kurang berjumlah 150 orang.

Meski jumlah tidak terlalu banyak, KKB sulit untuk ditumpas. Terbukti hingga sekarang tetap ada menimbulkan banyak korban dari TNI dan Polri.

Alasannya, salah satunya yaitu anggota KKB menyamar sebagai penduduk lokal di wilayah Papua. Akibatnya pihak kepolisian seringkali kesulitan dalam menjangkau lokasi-lokasi yang biasa menjadi titik kontak senjata.

BACA JUGA:Prajurit KKB Papua Baku Tembak dengan 'Saudara' Sendiri, Bupati Puncak Papua Berharap Ini

Dalam melakukan tindakan terhadap TNI dan Polri, KKB didukung dengan persenjataan. Pasokan senjata dan amunisi lainnya, berasal dari selundupan luar negeri, rampasan dari petugas keamanan, dan pembelian dari oknum petugas keamanan.

Teror oleh KKB hingga kini belum juga berhenti. Terbaru KKB berulah di sekitar Yahukimo dan Pegunungan Bintang, Papua.

Dimana 4 prajurit TNI tewas, dalam operasi penyelamatan pilot Susi Air yang disandera KKB sejak beberapa bulan lalu.

Salah satu korban keganasan KKB yaitu Pratu Ibrahim (22), anggota TNI asal Kota Palembang. Jenazah sempat dibawa ke rumah duka di Perumahan Arisma Azhar, Kelurahan Kenten Permai, Kecamatan Talang Kelapa, Banyuasin, Sumatera Selatan.

BACA JUGA:Anggota Kostrad Yonif R 321 Asal Palembang yang Ditembak KKB Dimakamkan

Kini jenazah Pratu Ibrahim telah dimakamkan di taman Makam Pahlawan TMP Ksetra Siguntang, Jl Sudirman Palembang.

Untuk diketahui almarhum Pratu Ibrahim, tercatat sebagai anggota  Batalyon Infanteri Raider 321/Galuh Taruna (atau Yonif Raider 321/Galuh Taruna), adalah Batalyon infanteri yang berkualifikasi Raider.

Yonif Raider 321/Galuh Taruna berada dibawah kendali komando Brigade Infanteri Raider 13/Galuh Rahayu, Divisi Infanteri 1/Kostrad. Markas Komando (mako) berada di Jl Kyai Haji Abdul Halim, Majalengka (45418), Jawa Barat.(*)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: