Alamak…Dukun Slamet Ternyata Sudah Membunuh Sejak 2011, Masih Ada 16 Korban Terkubur di Kebun Angker itu

Alamak…Dukun Slamet Ternyata Sudah Membunuh Sejak 2011, Masih Ada 16 Korban Terkubur di Kebun Angker itu

Dukun Slamet mengaku sudah membunuh sejak 2011, ternyata masih ada 16 korban terkubur di kebun angker Desa Balun, Banjarnegara itu. foto: dok/sumeks.co.--

Alamak…Dukun Slamet Ternyata Sudah Membunuh Sejak 2011, Masih Ada 16 Korban Terkubur di Kebun Angker itu

SUMEKS.CO - Aksi dukun Slamet ternyata sudah berlangsung lebih lama dari yang diakuinya. Dukun Slamet mengubah keterangannya.

Rupanya ada satu tahun di 2011-2012 dia (Dukun Slamet) telah menghabisi pasiennya. Jumlah yang diakui ada 16 orang saat itu.

Nah, ini menjawab pertanyaan mengapa Polres Banjarnegara pekan lalu kembali melakukan penggalian di lahan kebun milik Slamet Tohari.

Namun sayangnya penggalian di kebun Dukun Slamet itu belum membuahkan hasil. Meski sudah mengerahkan semua kemampuan, termasuk menurunkan alat berat di lokasi.

BACA JUGA:HOT NEWS, Ternyata Dukun Slamet Tak Selalu Membunuh Korbannya, Wanita Ini Selamat Meski Hilang Ratusan Juta

Kapolres Banjarnegara, AKBP Hendri Yulianto menerangkan pengakuan terbaru itu diungkap Slamet setelah polisi melakukan pemeriksaan yang intensif.

“Pengakuan awal sejak 2020, tapi ternyata itu dilakukan sejak 2011-2012, jadi tambah 16 korban,” jelas Kapolres.

Pengakuan terbaru Dukun Slamet ini tentu membuat kita makin geram. Apalagi selama pengusutan kasus ini Dukun Slamet selalu memberikan keterangan yang berubah-ubah.

Apakah korban Slamet lebih banyak lagi? Kita tunggu saja. 

BACA JUGA:HOT NEWS, Ternyata Dukun Slamet Tak Selalu Membunuh Korbannya, Wanita Ini Selamat Meski Hilang Ratusan Juta

Hingga saat ini Posko Pelaporan Orang Hilang di Polres Banjarnegara sudah 22 laporan orang hilang yang dilaporkan keluarganya.

Tak Selalu Membunuh Korbannya, Wanita Ini Selamat Meski Hilang Ratusan Juta

Ternyata Dukun Slamet tak selalu membunuh korbannya. Wanita ini selamat meski hilang uang ratusan juta.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: