Fakta Baru Terbakarnya Lahan Gambut di Pampangan OKI, Sebelumnya jadi Spot Mancing Masyarakat

Fakta Baru Terbakarnya Lahan Gambut di Pampangan OKI, Sebelumnya jadi Spot Mancing Masyarakat

Personil BPBD OKI dan Manggala Agni melakukan pemadaman di lokasi lahan gambut terbakar di Desa Kandis Kecamatan Pampangan OKI beberapa waktu lalu. -Foto: dok/sumeks.co-

KAYUAGUNG, SUMEKS.CO - Penyelidikan penyebab kebakaran sekitar 3 hektar lahan gambut di Desa Kandis Kecamatan Pampangan Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), masih berlangsung. 

Meski belum dapat disimpulkan penyebab terjadinya kebakaran lahan itu, muncul fakta terbaru soal lahan gambut tersebut.

Salah satunya sebelum peristiwa kebakaran, lahan gambut berupa rawa di lokasi tersebut dijadikan spot mancing oleh warga sekitar Pampangan.

Hal ini dikatakan Kepala Staf Kodim 0402/OKI Mayor Czi Saipul Anwar selaku Satgas Karhutbunla.

BACA JUGA:Penyebab Terbakarnya 3 Hektar Lahan Gambut di Pampangan OKI Masih Misterius

Dia mengatakan, di sekitar itu ada rawa-rawa sehingga sering ada masyarakat yang melakukan aktivitas memancing. 

"Iya di sekitar lokasi kebakaran lahan itu sering ada orang yang memancing ikan. Warga sekitar sering melihat," ungkap Kasdim, saat dibincangi SUMEKS.CO. 

Maka dengan adanya aktivitas orang memacing jelas berbagai macam juga yang dibawa orang untuk keperluannya. 

"Ada aktivitas orang memancing jelas ada barang barang lain yang dibawa termasuk rokok," ujarnya. 

BACA JUGA:3 Hektar Lahan Gambut Kandis di Pampangan OKI Terbakar, BPBD Siaga di Lokasi Untuk Pendinginan

Dikatakan Kasdim, dari kejadian kebakaran lahan itu masih dilakukan penyelidikan penyebabnya.

Untuk dugaan penyebab kebakaran lahan itu adalah bisa saja karena puntung rokok. Karena di sekitar adalah lahan gambut kering dan cuaca panas terik sehingga terjadilah kebakaran. 

"Dugaan penyebab kebakaran dari puntung rokok itu karena di sekitar lokasi kebakaran yaitu tadi sering ada orang yang memancing," terangnya. 

Lanjutnya, untuk lokasi lahan gambut yang terbakar itu juga sebelumnya disebut milik perusahaan PT Waringin Agro Jaya (WAJ), ternyata hanya berdekatan dengan konsesi PT WAJ. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: