Mengenal Bripda Muhammad Alfan, Polisi Penghafal Alquran dari Polres Prabumulih Polda Sumsel

Mengenal Bripda Muhammad Alfan, Polisi Penghafal Alquran dari Polres Prabumulih Polda Sumsel

Muhammad Alfan, Hafidz Quran dari Polres Prabumulih.-Foto: Dian Cahyani/sumeks.co-

PRABUMULIH, SUMEKS.CO - Namanya Muhammad Alfan. Siapa sangka, anak petani karet asal Ogan Ilir ini sekarang memegang pangkat Bripda usai lulus Bintara Polri pada akhir tahun 2021 lalu. Yang membedakannya pula, Alfan juga merupakan hafidz (penghafal) Alquran 30 Juz. Bahkan kerap menjadi khatib salat Jumat di sejumlah masjid di Kota Prabumulih.

"Alhamdulillah iya (Hafidz Quran, red) mbak," ujar Alfan mengawali perbincangan.

Buah hati pasangan Suryanto dan Armada itu ternyata baru lulus polisi pada akhir tahun 2021 lalu. Saat ini, dia bertugas di Satuan Samapta Polres Prabumulih sejak Januari 2022 tadi.

Tanpa canggung, anak kedua dari tiga bersaudara itu membagikan pengalaman sehingga bisa seperti sekarang. Sejak duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP) dia sudah menempuh pendidikan di Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Ittifaqiah Indralaya lanjut SMA juga dihabiskannya di Ponpes Al-Ittifaqiah. 

Karena sekolah di Pondok atas kemauannya sendiri juga dorongan orang tua, Alfan pun ikhlas dan menikmati hari-harinya sebagai seorang santri. Di kelas 1 SMA, dia dan teman sekelasnya mulai belajar menghafal Alquran.

BACA JUGA:Kemplang Panggang Pasir dari Ogan Ilir, Lebih Renyah dan Miliki Cita Rasa yang Khas

"Waktu SMA itu Alfan mulai hafalan. Karena kita ada jurusan keagamaan kelas Quran dan kita hafalan sistem target 1 tahun hafal 10 juz dan tamat SMA hafal 30 juz," ujar pemuda kelulusan SMA tahun 2020 ini.

Sambil melempar senyuman, pria kelahiran Tanjung Miring (Ogan Ilir), 6 Oktober 2003 itu membagikan tips, supaya cepat hafal Quran.

"Yang penting harus istiqomah, sabar, dan menjauhi makanan serta perbuatan yang dilarang Alquran," sebutnya.

Pria asal Ogan Ilir itu pun mengatakan, setelah lulus SMA dia masih berada di Pondok selama 6 bulan karena mengikuti program penguatan untuk persiapan ke Timur Tengah. Karena merasa jenuh dan ingin mencoba hal baru, Alfan pun memberanikan diri untuk mengikuti tes masuk polisi.

"Karena memang dari dulu terniat ingin menjadi polisi, namun selama di Pondok sudah tidak terlalu terpikir lagi. Tapi setelah tamat dan ikut persiapan ke Timur Tengah, kembali lagi terpikir ikut tes polisi," sambungnya.

BACA JUGA:Link Live Streaming dan Preview Ghana vs Uruguay: Black Stars Incar Kemenangan

Dengan tekad dan semangat yang kuat disertai restu orang tua, pria bertubuh tinggi itu pun ikut Bimbingan Belajar (Bimbel) di Palembang. Selama Bimbel, Alfan belajar tentang fisik, psikologi dan pelajaran umum lainnya selama 3 bulan.

"Nah, begitu ada pembukaan Bintara Polri, saya mendaftar dan menyerahkan berkas pendaftaran, tes psikologi, kesehatan semuanya lulus dan alhamdulillah masuk 8 besar Polres Ogan Ilir. Sampai akhirnya pengumuman terakhir (Pantohir) saya juga lulus dan bertahan di 8 besar se-Polres Ogan Ilir," ujarnya sambil berusaha mengenang masa masa perjuangan saat tes.

Sumber: