Benarkah Muslim yang Menjaga Shalat, Rezekinya Lancar?

Benarkah Muslim yang Menjaga Shalat, Rezekinya Lancar?

Shalat akan mecegah perbuatan keji dan mungkar. --fixabay

SEORANG muslim hendaknya senantiasa menjaga dirinya dari perbuatan dosa. Menjaga kaki jangan sampai melangkah ke tempat-tempat maksiat. 

Menjaga tangan jangan sampai melakukan perbautan dosa dan menjaga lisan, perkataan kotor dan  ghibah serta menjaga  pikiran dari prasangka buruk. 

Perbuatan buruk yang dilakukan seorang muslim akan berdampak langsung pada kehidupannya di dunia dan akhirat kelak. 

Diantaranya, perbuatan dosa seseorang dapat menahan rezeki dari Allah untuknya dan ketakwaan dapat melancarkan rezeki untuknya. 

BACA JUGA:Amalan di Hari Jumat, Membaca Surat Al-Kahfi, Berikut Keutamaannya

Allah Subhaanahu wa Ta’ala berfirman dalam Al Qur’an:

اتْلُ مَا أُوحِيَ إِلَيْكَ مِنَ الْكِتَابِ وَأَقِمِ الصَّلَاةَ إِنَّ الصَّلَاةَ تَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَلَذِكْرُ اللَّهِ أَكْبَرُ وَاللَّهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُونَ (45)

Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu, yaitu Al-Kitab (Al-Qur’an) dan dirikanlah shalat! Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan-perbuatan) keji dan mungkar. Dan sesungguhnya mengingat Allah adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadat-ibadat yang lain). Dan Allah mengetahui apa yang kalian kerjakan.” (QS Al-‘Ankabuut: 45)

Mendirikan shalat adalah kewajiban bagi seorang muslim. Dan ada banyak faedah yang akan didapat seorang muslim yang menunaikan shalat wajib lima waktu. 

Seperti yang disampaikan Allah dalam kitabnya, shalat akan mencegah perbuatan keji dan mungkar. Tentunya seorang muslim yang menunaikan shalat terjaga tingkah lakunya dari perubatan jahat. 

BACA JUGA:Mengenal Ragam Najis dan Cara Membersihkan Sesuai Syari

Dalam ayat diatas jelas terdapat perintah khusus untuk mengerjakan shalat, karena shalat memiliki banyak keutamaan, kemuliaan dan akibat-akibat yang sangat indah. 

Perbuatan keji artinya seluruh dosa yang dianggap besar dan sangat buruk dan jiwa terpancing untuk melakukannya. Sedangkan Al-Munkar adalah setiap maksiat yang diingkari oleh akal dan fitrah manusia. 

Benarkah shalat bisa mencegah dari perbuatan keji dan mungkar? Seorang muslim jika mengerjakannya dengan menyempurnakan rukun-rukun dan syarat-syarat shalat serta memperhatikan ke-khusyuu’-annya, maka hal tersebut dapat menerangi dan membersihkan hatinya, menambah keimanannya, semakin kuat keinginannya untuk berbuat baik dan semakin sedikit atau bahkan tidak ada keinginan untuk melakukan keburukan.

Sumber: