Hacker Bjorka Klaim Bobol 679 Ribu Data Rahasia Presiden Jokowi, BIN: Hoaks itu

Hacker Bjorka Klaim Bobol 679 Ribu Data Rahasia Presiden Jokowi, BIN: Hoaks itu

Ilustrasi Hacker.--

JAKARTA, SUMEKS.CO - Seorang peretas atau yang dikenal dengan hacker yang menamakan dirinya Bjorka mengklaim telah membobol keamanan data milik Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Menurut pengakuan hacker ini, ia telah mendapatkan 679.180 surat penting dan rahasia milik presiden Jokowi.

Menanggapi hal itu, Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) langsung sigap menelusuri informasi dugaan kebocoran data yang terjadi di beberapa Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE). 

"BSSN telah melakukan penelusuran terhadap beberapa dugaan insiden kebocoran data yang terjadi, serta melakukan validasi terhadap data-data yang dipublikasikan," ujar juru bicara BSSN Ariandi Putra dalam keterangan pers yang diterima, Sabtu 10 September 2022.

BACA JUGA:Sempat Hilang, PNS Bapenda Semarang Diduga Tewas Dibakar Bersama Motornya, Polisi Tunggu Hasil Pemeriksaan

Dia menuturkan pihaknya langsung berkordinasi dengan setiap PSE hingga lingkungan Kementerian Sekretariat Negara, yang diduga telah mengalami kebocoran data akibat diretas. 

"Kami sedang melakukan upaya-upaya mitigasi cepat untuk memperkuat sistem keamanan siber guna mencegah risiko yang lebih besar pada beberapa PSE tersebut," tutur Ariandi.

Selain itu, BSSN juga berkoordinasi dengan penegak hukum, seperti Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri agar mengambil langkah-langkah penegakan hukum. 

Dia menegaskan pihaknya memberikan dukungan teknis dan meminta seluruh PSE untuk memastikan keamanan sistem elektronik di lingkungan masing-masing.

BACA JUGA:Kuat Ma'ruf Ancam Brigadir J Pakai Pisau di Pintu Kamar Putri, Tapi Akhirnya Putri Malah Mencari Josua

"Ini sesuai dengan amanat Peraturan Pemerintah Nomor 71 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Sistem dan Transaksi Elektronik yang menyatakan bahwa setiap PSE harus menyelenggarakan sistem elektronik secara andal dan aman serta bertanggung jawab terhadap beroperasinya sistem elektronik sebagaimana mestinya," pungkas Ariandi.

Lalu, apa saja rincian sampel dokumen yang bocor?

"Contains letter transactions from 2019 - 2021 as well as documents sent to the President including a collection of letters sent by the State Intelligence Agency (Badan Intelijen Negara) which are labeled as secret," ujar Bjorka dalam dalam unggahannya di breached.to, dikutip Sabtu 10 September 2022.

Dalam keterangannya, dokumen yang dicuri pada September 2022 itu terdiri dari 679.180 data dengan kapasitas 40 MB (compressed) dan 189 MB (uncompressed).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: