Soal PTDH Ferdy Sambo, Komjen Agung: Masih Proses Pemberkasan

Soal PTDH Ferdy Sambo, Komjen Agung: Masih Proses Pemberkasan

Ketua Tim Gabungan Khusus Polri yang juga Irwasum Polri Komjen Agung Budi Maryoto (tengah) bersama Kabareskrim Polri Komjen Agus Andrianto (kedua kiri) memberikan keterangan saat konferensi pers di Mabes Polri, Jakarta, Jumat (19/8/2022). ANTARA FOTO/Ren--

SUMEKS.CO, JAKARTA - Div Propam Polri tengah memproses pemberhentian tidak dengan hormat (PTDH) Irjen Pol Ferdy Sambo sebagai anggota Polri, terkait kasus pembunuhan berencana terhadap Brigadir J.  

Inspektur Pengawasan Umum (Irwasum) Polri Komjen Agung Budi Maryoto mengatakan berdasar laporan yang diterima dari Kadiv Propam Polri, persoalan PTDH itu masih dalam pemberkasan.  

“Kadiv Propam Polri sudah melaporkan (PTDH) masih dalam proses pemberkasan,” kata Komjen Agung Budi Maryoto di Mabes Polri, Jakarta, Jumat (19/8).  

BACA JUGA:Berkas Ferdy Sambo CS Dilimpahkan ke Kejagung, Timsus: Biar Dipelajari JPU

PTDH anggota Polri ini diatur dalam Peraturan Polisi (Perpol) Nomor 7 Tahun 2022 tentang Kode Etik Profesi dan Komisi Etik Kepolisian Negara Republik Indonesia yang telah ditetapkan pada 14 Juni 2022 dan diundangkan pada 15 Juni 2022. 

Pasal 111 berbunyi, “Terhadap terduga pelanggar Kode Etik Profesi Polri (KEPP) yang diancam dengan sanksi PTDH diberikan kesempatan untuk mengajukan pengunduran diri dari dinas Polri atas dasar pertimbangan tertentu sebelum pelaksanaan Sidang KKEP”. 

"Insyaallah dalam waktu dekat juga akan dilakukan sidang kode etik, tetapi belum bisa minggu ini, tetapi paling tidak minggu berikutnya," ujar Agung. 

BACA JUGA:Kondisi Terbalik, Ferdy Sambo Terpuruk, Bharada Eliezer Sudah Bercanda dan Tertawa

Ferdy Sambo ditetapkan sebagai tersangka pembunuhan berencana terhadap Brigadir J bersama tiga tersangka lainnya, Bharada E, Bripka RR, dan KM.  

Selain itu, penyidik baru menetapkan Putri Candrawathi sebagai tersangka. Putri juga dijerat dengan Pasal 340 KUHP subsider Pasal 338 juncto Pasal 55 KUHP dan Pasal 56 KUHP.

Dalam kasus ini, Ferdy memerintahkan Bharada E menembak Brigadir J. Ferdy Sambo juga mengaku menjadi otak dari pembunuhan berencana terhadap Brigadir J. (antara/jpnn)

Sumber: jpnn.com