Pelajar di Lubuklinggau Ikut Lomba Permainan Tradisional

Pelajar di Lubuklinggau Ikut Lomba Permainan Tradisional

Peserta lomba congklak pada lomba permainan tradisional yang digelar Museum Subkoss Garuda Sriwijaya.-Khalid-

SUMEKS.CO, LUBUKLINGGAU - Permain tradisional, di era digital sekarnag ini terus tergerus. Sebagian anak justru lebih akrab dengan game online. 

Mengenalkan kembali permainan tradisional, Museum Subkoss Garuda Sriwijaya Lubuklinggau menggelar lomba permainan tradisional, bagi pelajar.

Ada beberapa perlombaan permainan tradisional yang digelar, di Aula Museum Subkoss Garuda Sriwijaya Lubuklinggau, yang dimulai Jumat (5/8). 

Diantaranya lomba congklak. Lomba ini diikuti 84 peserta putra dan putri tingkat pelajar SMP dan SMA, dari Lubuklinggau, Musi Rawas dan Musi Rawas Utara.

BACA JUGA:Pemprov Sumsel Wajibkan Olahraga Tradisional Dipakai saat Ekstrakurikuler

"Kita ingin mengenalkan kembali kebudayaan dan tradisi lama. Sebab permainan tradisional mengasah otak, mengandung kekompakan dan strategi," kata pengelola Subkoss Garuda sekaligus Panitia Penyelenggara, Eva Kusmalwati. 

Dia menjelaskan, lomba digelar dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia (RI). 

Adapun permainan tradisional yang dilombakan seperti congklak, yeye karet, cak engkling, balap ban, gerobak sodor, bakiak dan enggrang batok.

"Lomba permainan tradisional ini, berlangsung selama selama lima hari kedepan," tambahnya.

BACA JUGA:Berharap Olahraga Tradisional Sumsel Go Nasional

Selain itu, ada pula lomba tari kreasi daerah yang berlangsung selama dua hari.

Salah satu peserta lomba permainan congklak, pelajar MAN 2 Lubuklinggau, Nadia, mengaku permainan tradisional itu sudah lama dikenalnya dari lingkungan sekitar rumah. 

Dia berharap agar lomba-lomba permainan tradisional banyak dilaksanakan. Sebab menurutnya, gelaran lomba tradisional baru kali ini diikutinya.

"Untuk teman-teman yang masih bermain gadget seperti game online lebih baik kita bermain tradisional seperti congklak. Karena permainan tradisonal seru dan mengasah otak dan harus kia lestarikan bersama-sama," pungkasnya.(lid)

Sumber: