3 Maret Resmi Jadi Hari Budaya Palembang, Bangkitkan Jejak Kesultanan dan Identitas Melayu Islam
3 Maret Resmi Jadi Hari Budaya Palembang, Bangkitkan Jejak Kesultanan dan Identitas Melayu Islam--Fadli
SUMEKS.CO,- Suasana khidmat menyelimuti Rumah Dinas Wali Kota Palembang, Selasa sore 3 Maret 2026.
Ratusan warga, tokoh adat, sejarawan hingga jajaran pemerintah kota berkumpul dalam momentum bersejarah: pencanangan 3 Maret sebagai Hari Budaya Palembang.
Tanggal ini dipilih merujuk pada berdirinya Kesultanan Palembang Darussalam pada 3 Maret 1666, tonggak penting perjalanan identitas Melayu Islam di Bumi Sriwijaya.
Hadir dalam kesempatan tersebut Sultan Palembang Darussalam, Sultan Mahmud Badaruddin IV Jaya Wikrama R.M. Fauwaz Diradja, Plt Asisten I Kota Palembang sekaligus Kepala Dinas Kebudayaan Kota Palembang Kgs Sulaiman Amin, para pejabat Dinas Kebudayaan, sejarawan, budayawan, serta tokoh-tokoh adat dan masyarakat.
BACA JUGA:Kedaulatan Kesultanan Palembang Terancam Punah
BACA JUGA:Sultan Palembang Darussalam Anugerahkan Gelar Adat Kehormatan kepada Pengantin Turki
Dalam sambutannya, Sultan SMB IV menegaskan bahwa budaya tidak boleh dipisahkan dari arah pembangunan kota. Menurutnya, budaya justru harus menjadi fondasi utama dalam membangun Palembang ke depan.
“Budaya harus menjadi fondasi pembangunan kota, bukan justru bertentangan dengannya,” ujarnya tegas.

Suasana pencanangan hari budayabPalembang yang digelar di rumah dinas Walikota--Fadli
Ia berharap, dengan ditetapkannya 3 Maret sebagai Hari Budaya Palembang, masyarakat semakin memahami akar sejarahnya.
Bukan sekadar peringatan seremonial, tetapi momentum untuk menguatkan pendidikan sejarah lokal, melestarikan adat dan tradisi Melayu, serta menumbuhkan kebanggaan terhadap warisan leluhur.
Sejarawan Palembang, Dr. Kemas Ari Panji, menjelaskan bahwa perjalanan sejarah Palembang memiliki periodisasi yang jelas.
Diawali masa pra-Sriwijaya, lalu memasuki era kejayaan Sriwijaya pada abad ke-7 hingga ke-13.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
