Motor Matic Tanjakan Tapi ECO Indicator Tetap Nyala? Begini Cara Setting yang Super Simpel!
Motor Matic Tanjakan Tapi ECO Indicator Tetap Nyala? Begini Cara Setting yang Jarang Diketahui--
SUMEKS.CO - ECO Indicator pada motor matic terbaru 2026 dirancang sebagai penanda berkendara irit bahan bakar, namun banyak pengendara mengeluh indikator ini langsung mati saat melewati tanjakan.
Padahal, indikator tersebut bisa tetap menyala jika pengaturan dan gaya berkendara dilakukan dengan tepat.
Hal ini penting karena ECO Indicator bukan sekadar lampu hiasan di panel, melainkan petunjuk efisiensi kerja mesin dan sistem injeksi. Dengan setting yang benar, konsumsi BBM bisa tetap terjaga meski motor digunakan di kondisi jalan menanjak.
Pada motor matic generasi terbaru, ECO Indicator bekerja berdasarkan pembacaan sensor throttle, putaran mesin, beban mesin, dan kecepatan kendaraan. Saat salah satu parameter melewati batas efisiensi, indikator akan mati.
BACA JUGA:Tips Manjur Menghemat BBM Motor Matic 150 cc Lewat Pengaturan Roller CVT, Ini Rahasianya
BACA JUGA:Panduan dan Cara Ganti Oli Motor Matic Sendiri Di Rumah, Hemat Biaya Kualitas Terjaga
Di tanjakan, beban mesin otomatis meningkat karena motor harus melawan gravitasi. Inilah alasan utama mengapa ECO Indicator sering tidak aktif saat motor menanjak, meskipun kecepatan terasa masih stabil.
Berdasarkan penjelasan teknis dari pabrikan motor Jepang, ECO Indicator tidak menuntut kecepatan tinggi atau rendah, tetapi kestabilan input gas dan efisiensi pembakaran. Artinya, indikator ini masih bisa menyala di tanjakan jika bukaan gas dijaga halus dan tidak berlebihan.
Kesalahan umum yang sering terjadi adalah menarik gas terlalu dalam di awal tanjakan, sehingga sistem langsung membaca beban berlebih dan mematikan indikator ECO.
Langkah awal yang penting adalah pengaturan posisi gas sebelum tanjakan. Kecepatan sebaiknya sudah disesuaikan sejak jalan masih datar.
BACA JUGA:Jangan Dianggap Remeh, Berikut 5 Ciri CVT Motor Matic Harus Segera Diservis
BACA JUGA:Motor Matic Injeksi atau Karburator, Mana yang Cocok untuk Kendaraan Harian
Dengan membawa momentum yang cukup, motor tidak perlu bekerja terlalu keras saat mulai menanjak. Putaran mesin menjadi lebih stabil dan sistem injeksi tidak perlu menyemprotkan bahan bakar tambahan secara agresif.
Selain itu, posisi tuas gas perlu dijaga konstan. Bukaan gas yang naik turun membuat ECU membaca gaya berkendara tidak efisien.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:






