Implementasi Nilai-Nilai Pancasila dalam Kehidupan Sehari-Hari
--
Nama : NIDIA NURHIDAYATI
NIM : P07124226142
Mata Kuliah : Pancasila
Prodi : RPL STR Kebidanan
Lokus : Prabumulih
Nama Dosen : Wendy Anugrah Octavian, S.Pd., M.Pd
Pancasila sebagai dasar negara Indonesia memiliki peran fundamental dalam membentuk karakter dan perilaku setiap warga negara, termasuk dalam profesi kesehatan. Sebagai mahasiswa RPL kebidanan yang juga berprofesi sebagai Bidan di Puskesmas, saya menyadari bahwa implementasi nilai-nilai Pancasila bukan sekadar teori yang dipelajari di bangku kuliah. Kelima sila dalam Pancasila menjadi pedoman konkret dalam menjalankan tugas pelayanan kesehatan. Kehidupan sehari-hari sebagai ibu rumah tangga juga memberikan ruang yang luas untuk mengamalkan nilai-nilai luhur tersebut.
Sila pertama, Ketuhanan Yang Maha Esa, menjadi dasar bagi saya dalam menjalankan profesi sebagai bidan di Puskesmas. Setiap pagi sebelum memulai pelayanan, saya selalu berdoa memohon kelancaran dan keberkahan dalam melaksanakan pelayanan kesehatan. Toleransi beragama juga dipraktikkan ketika melayani pasien dari berbagai latar belakang keyakinan di Puskesmas tanpa diskriminasi. Di lingkungan tempat tinggal saya, nilai ketuhanan diimplementasikan melalui partisipasi aktif dalam kegiatan pengajian rutin. Lalu, sebagai ibu rumah tangga, saya mengajarkan anak-anak untuk melaksanakan ibadah dengan disiplin dan penuh kesadaran, terutama untuk melaksanakan sholat 5 waktu yang merupakan tiang agama kita sebagai umat Muslim.
Penerapan sila kedua, Kemanusiaan yang Adil dan Beradab, tercermin dalam sikap empati dan kepedulian terhadap setiap pasien yang datang ke Puskesmas. Dalam praktik kebidanan, saya selalu memperlakukan ibu hamil, ibu bersalin, dan bayi dengan penuh kasih sayang tanpa memandang status sosial ekonomi mereka. Profesionalisme dalam pelayanan kebidanan adalah bentuk penghargaan tertinggi terhadap nilai kemanusiaan. Di lingkungan tempat saya bekerja terdiri dari masyarakat dengan latar belakang yang beragam, sehingga pelayanan kesehatan harus diberikan secara adil dan merata. Di lingkungan rumah, nilai kemanusiaan diwujudkan dengan membantu tetangga yang sedang kesulitan.
Sila ketiga, Persatuan Indonesia, diimplementasikan melalui semangat kolaborasi dengan tenaga kesehatan lain di Puskesmas untuk mencapai tujuan bersama. Dalam tim kesehatan, saya bekerja sama dengan dokter, perawat, apoteker, ahli gizi, dan tenaga administrasi tanpa memandang perbedaan suku atau asal daerah. Di lingkungan tempat tinggal, saya ikut serta dalam kegiatan RT/RW yang memperkuat solidaritas warga. Sebagai contoh, saat perayaan HUT RI ke 81 tahun yang baru saja usai, saya ikut berpartisipasi dalam kegiatan – kegiatan perlombaan yang dilakukan di lingkungan tempat saya tinggal dengan menjalankan tugas sebagai panitia perlombaan.
Implementasi sila keempat, Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan terlihat dalam proses pengambilan keputusan di Puskesmas. Setiap program kesehatan ibu dan anak selalu didiskusikan dalam rapat koordinasi dengan melibatkan seluruh staf untuk mendapatkan mufakat. Dalam memberikan asuhan kebidanan, saya selalu menerapkan prinsip informed consent dengan menjelaskan setiap tindakan kepada pasien dan keluarga. Keputusan medis tidak diambil secara sepihak, melainkan melalui komunikasi terapeutik yang melibatkan pasien sebagai subjek pelayanan. Disisi lain, sebagai ibu rumah tangga, keputusan keluarga juga diambil melalui diskusi bersama suami dengan mengedepankan kepentingan bersama.
Sila kelima Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia menjadi motivasi utama dalam memberikan pelayanan kesehatan yang berkualitas kepada seluruh lapisan masyarakat. Di Puskesmas, saya memastikan bahwa ibu hamil dari keluarga kurang mampu mendapatkan akses yang sama terhadap pemeriksaan antenatal care dan persalinan yang aman. Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) disosialisasikan secara aktif agar tidak ada lagi ibu yang tidak terlayani karena keterbatasan ekonomi. Edukasi kesehatan reproduksi diberikan secara gratis kepada remaja putri dan pasangan usia subur sebagai bentuk pemerataan pengetahuan. Di lingkungan tempat tinggal, saya berbagi pengetahuan kebidanan kepada tetangga tanpa memungut biaya sebagai wujud kepedulian sosial. Keadilan dalam pelayanan kesehatan adalah hak setiap warga negara yang harus diperjuangkan oleh tenaga kesehatan profesional.
Dengan menerapkan nilai- nilai pancasila dalam kehidupan sehari- hari, kita dapat menciptakan lingkungan yang rukun, saling menghargai, peduli, dan penuh gotong royong. Implementasi Pancasila tidak harus dilakukan melalui hal- hal besar, tetapi dapat dimulai dari tindakan sederhana yang dilakukan secara konsisten dalam kehidupan sehari-hari.(*)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
