Takdir Allah Membuka Gerbang Surga Abah Haji
Jenazah H Halim disholatkan ribuan jemaah di Masjid Agung Palembang--
BACA JUGA:Doa Terus Mengalir di Jalan M Isa, Umar Halim Sebut Sang Ayah Haji Halim Adalah Milik Umat
BACA JUGA:Prosesi Pemakaman Penuh Khidmat dan Haru, Ribuan Pelayat Antar Kepergian Almarhum H Halim
Namun dengan kondisi seperti ini, harus menghadapi jadwal persidangan.
Fakta hidup haji halim mengajarkan kepada kita : ada masanya semua yang dulu pernah ditolong dan dibantu, harusnya hadir dan dapat dijadikan tempat berlindung dan mengadu namun sampai masanya semua itu hilang tak tampak bayang, pergi entah dimana bisa dihubungi.
Namun dari situ kita melihat, seakan Allah ingin berkata kepada Haji Halim, hamba ! selama ini engkau mungkin merasa besar karena ada tempat bersandar, merasa aman karena banyak yang hadir menolong tapi Aku ingin hatimu bersih, Aku ingin didalam hatimu hanya ada Aku. Aku tempat bersandar, Aku tempat bergantung, Aku yang Memiliki semua, Langit, Bumi, Laut bahkan jiwamu pun dalam genggaman-Ku.
Buang semua rasa bergantung selain kepada Ku, musnahkan semua sandar kecuali kepada Aku.
Dan dari kisah akhir hidup Abah Haji Halim, ternyata ada satu Hikmah besar yang benar benar Allah siapkan.
Mungkin ini cara Allah menyenangkan hamba yang selama ini hidupnya sibuk untuk memikirkan dan menyenangkan orang banyak.
Berapa banyak bibir anak yatim senyum saat baju dan makanan lebaran itu sampai kepada mereka.
Berapa banyak anak dan isteri senyum bahagia saat suaminya mendapat bingkisan ramadhan dan hari raya.
Betapa bahagia hati para santri yang belajar ketika asrama gubuk mereka dibangun ulang oleh Haji Halim.
Betapa sumringah hati ustaz ustaz ketika rumah majlisnya yang kecil dan sumpek akhirnya di pugar dan direnov haji Halim.
Betapa nyaman masyarakat melenggang berjalan memasuki masjid mushola karena Haji Halim telah membeli dan membebaskan lahan akses jalan.
Betapa bahagia pemuda pemuda desa saat mereka diambil menjadi pegawai di ribuan hektar kebun Haji Halim.
Keyakinan kita, bahwa semua senyum tawa dan bahagia, perut kenyang dan suka cita ribuan umat Rasulullah itu naik dalam bentuk cahaya kilau pahala yang mengalir teduh dan sejuknya kedalam Kuburan Haji Halim.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:



