Membedah Dualisme Politik Asia: Analisis Struktur Pemerintahan Korea Utara dan Indonesia
Mengapa Korea Utara Tetap Otoriter, dan Indonesia Memilih Demokrasi?--
Secara keseluruhan, perbandingan antara sistem politik Korea Utara dan Indonesia memperlihatkan kontras tajam antara otoritarianisme represif dan demokrasi pluralistik. Korea Utara, melalui ideologi Juche, menawarkan stabilitas internal tetapi menghadapi isolasi global dan keterbatasan pembangunan manusia.
Sebaliknya, Indonesia, dengan Pancasila sebagai landasan ideologis, memiliki potensi besar sebagai model demokrasi Asia, asalkan masalah korupsi dan polarisasi dapat diminimalisasi melalui reformasi yang tegas dan berkelanjutan.
Penelitian ini tidak hanya memberikan pemahaman teoritis, tetapi juga menjadi dorongan untuk refleksi kritis mengenai pentingnya adaptasi ideologi dan sistem politik di era globalisasi.
Dengan belajar dari kedua model ekstrem ini, negara-negara Asia dapat merancang sistem pemerintahan yang lebih inklusif, adaptif, dan humanis, guna memastikan kemajuan manusia, kestabilan regional, dan integrasi global yang lebih harmonis.
Referensi: Almond, G. A., & Powell, G. B. (1966). Comparative Politics: A Developmental Approach. Little, Brown and Company.Cumings, B. (1997). Korea's Place in the Sun: A Modern History. W.W. Norton & Company.Huntington, S. P. (1991). The Third
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:


