Banner Pemprov

Lanal Palembang Gagalkan Penyelundupan Benih Lobster Senilai Rp15 M, 2 Pelaku Kabur ke Hutan Bakau

Lanal Palembang Gagalkan Penyelundupan Benih Lobster Senilai Rp15 M, 2 Pelaku Kabur ke Hutan Bakau

Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Palembang menggagalkan penyelundupan baby benih lobster (BBL) atau benur di perairan Kuala Mendahara, Tanjung Jabung Barat, Jambi.-Dok.Sumeks.co-

PALEMBANG, SUMEKS.CO - Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Palembang menggagalkan penyelundupan baby benih lobster (BBL) atau benur di perairan Kuala Mendahara, Tanjung Jabung Barat, Jambi. 

Benur lobster ini dibawa 2 orang terduga pelaku menggunakan speedboat di Kuala Mendahara, Tanjung Jabung Barat, Jambi, pada Senin 4 Mei 2026, sekitar pukul 22.30 WIB. 

Dimana, saat dilakukan pengejaran oleh Tim Rajawali Pangkalan TNI AL Palembang, dari Speedboat yang bersandar petugas menyita 25 box benih lobster yang ditaksir senilai menyentuh angka Rp 15 Miliar, yakni Rp14,8 M.

Sedangkan 2 orang terduga pelaku kabur menuju hutan bakau. 

"Tim Lanal Palembang berhasil mengamankan 25 boks benih lobster atau kurang lebih 125.000 ekor benur yang ditaksir dengan nominal sekitar Rp 6 miliar lebih,"kata Komandan TNI AL Palembang, Kolonel Laut (P) Arry Hendrawan, Selasa 5 Mei2026. 

BACA JUGA:Lanal Palembang Lumpuhkan Ancaman dalam Exercise ISPS Code di Pelabuhan Boombaru

BACA JUGA:Pelindo Regional 2 dan TNI AL Perkuat Keamanan Laut dengan Relokasi Markas LANAL Palembang

Dijelaskan, Saat itu pihaknya menerima informasi adanya penyelundupan Baby Benih Lobster di wilayah Jambi. Tim Satgas Rajawali Lanal Palembang mendapat perintah dari pasintel untuk melaksanakan penyekatan di daerah Kuala Lagan dan Kuala Mendahara. 

"Pada pukul 22.10 WIB, tim mendengar ada suara speedboat mengarah keluar dari Kuala Mendahara. Tim melihat ada pergerakan speedboat yang mencurigakan dan dilakukan pengejaran,"katanya. Saat dikejar, kata Arry tim memberikan isyarat dengan lampu senter agar speedboat berhenti. Namun masih tidak mau berhenti sehingga dilakukan pengejaran. 

"Saat pengejaran kita berikan tembakan peringatan. Speed tersebut masih melarikan diri dan mengandalkan speednya ke hutan bakau Kuala Sinar Kalimantan dan pelaku berhasil melarikan diri ke hutan bakau," ujarnya.

Menurut Arry,saat pengejaran pihaknya mengalami kendala. Speedboat yang digunakan kandas sehingga dua pelaku melarikan diri ke hutan bakau. 

BACA JUGA:3 Korban Tewas Saat KM Barcelona 5 Terbakar di Perairan Minahasa, TNI AL Pastikan Karena Sakit

BACA JUGA:Rumah Bangunan Papan Milik Lansia di Desa Pematang Sukatani OKI Dibangun TNI

"Jika dikejar juga membahayakan karena itu hutan bakau, ada buaya muara dan hal lainnya serta pertimbangan keselamatan tim. Sehingga tim hanya berhasil mengamankan 25 boks BBL saja,"ujarnya.  

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: