Banner Pemprov

Kapolda Sumsel Ungkap Data Karhutla: 369 Hotspot, 31 Titik Api dan 214,6 Hektare Terbakar

Kapolda Sumsel Ungkap Data Karhutla: 369 Hotspot, 31 Titik Api dan 214,6 Hektare Terbakar

369 Hotspot Terdeteksi di Sumsel, 31 Titik Api Ditemukan Setelah Verifikasi--

Polda Sumsel juga terus mengembangkan metode penanganan karhutla di lapangan. Salah satunya dengan penggunaan formula khusus untuk meningkatkan efektivitas penggunaan air dalam proses pemadaman.

Selain itu, petugas melakukan pengecekan dan pendinginan hingga malam hari untuk memastikan tidak ada bara yang masih tersisa dan berpotensi memicu munculnya kembali titik api.

Dalam kegiatan PKDN dan KKP tersebut, para Serdik juga mengemban tugas sebagai Satgas Edukasi Polri.

Mereka diterjunkan untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai pentingnya pencegahan karhutla, termasuk dampak kebakaran terhadap lingkungan dan kehidupan masyarakat.

Para peserta didik juga mempelajari secara langsung berbagai kendala yang dihadapi petugas di lapangan. Dari proses tersebut, mereka diharapkan dapat mengidentifikasi persoalan sekaligus menyusun gagasan dan solusi yang dapat diterapkan untuk memperkuat penanganan karhutla.

“Kami berharap para peserta didik dapat memberikan masukan, saran maupun inovasi yang konstruktif agar penanganan Karhutla dapat semakin efektif dan maksimal,” kata Sandi.

Kolaborasi antara Polda Sumsel dan peserta didik Sespim tersebut mempertemukan pengalaman operasional kepolisian dengan perspektif akademik serta pembelajaran kepemimpinan.

Pertukaran pengalaman itu diharapkan melahirkan pendekatan baru dalam menghadapi karhutla, sehingga penanganannya tidak hanya berfokus pada pemadaman, tetapi juga memperkuat edukasi, pencegahan, kesiapsiagaan dan pemulihan pascakebakaran.

Kabid Humas Polda Sumatera Selatan Kombes Pol. Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H., mengatakan kolaborasi tersebut memberikan manfaat bagi kedua pihak.

“Para Serdik mendapatkan pembelajaran langsung mengenai penanganan Karhutla, sementara Polda Sumsel memperoleh tambahan kekuatan dalam edukasi masyarakat serta pemikiran dan rekomendasi untuk memperkuat pencegahan dan penanganan di lapangan,” ujarnya.

Melalui PKDN dan KKP ini, Polda Sumsel berharap strategi penanganan karhutla dapat terus berkembang, baik dari sisi operasional maupun edukasi dan pencegahan.

Keterlibatan 85 peserta didik Sespim juga diharapkan menjadi bagian dari upaya memperkuat praktik baik penanganan karhutla yang dapat dikembangkan di wilayah lain.

Dengan pendekatan yang melibatkan edukasi, pencegahan, deteksi dini, pemadaman, penegakan hukum hingga rehabilitasi, Polda Sumsel terus memperkuat kesiapsiagaan menghadapi ancaman karhutla sekaligus melindungi masyarakat dan lingkungan di Sumatera Selatan.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait