Banner Pemprov

Prediksi Harga BBM Juni 2026: Kenaikan atau Stabilitas?

Prediksi Harga BBM Juni 2026: Kenaikan atau Stabilitas?

Harga BBM non subsidi kembali menjadi sorotan publik menjelang Juni 2026, di tengah fluktuasi harga minyak dunia yang memicu kekhawatiran akan potensi kenaikan tarif di dalam negeri.--

Kondisi tersebut, menandakan tekanan harga energi global masih cukup besar dan berpotensi berlanjut pada bulan depan.

BACA JUGA:Tren Skincare Minimalis Kian Populer, Ini Deretan Skincare Terbaik untuk Kulit Sensitif

BACA JUGA:Jadi Contoh, Kemenkum Babel Dorong Transformasi JDIH Digital untuk Layanan Hukum Masyarakat

Berdasarkan proyeksi sementara, harga Pertamax diperkirakan dapat naik ke kisaran Rp12.500 hingga Rp13.000 per liter.

Sementara Pertamax Green, diprediksi berada di level Rp13.000 hingga Rp13.500 per liter.

Untuk jenis BBM beroktan tinggi dan diesel premium, kenaikan diperkirakan lebih signifikan. Pertamax Turbo disebut-sebut berpotensi menembus angka Rp21.500 per liter.

Sedangkan Dexlite diperkirakan naik hingga kisaran Rp27.000 sampai Rp28.000 per liter.

BACA JUGA:Awas Mogok Mendadak! Ini 7 Ciri Aki Mobil Konvensional yang Mulai Soak dan Wajib Diketahui

BACA JUGA:5 Rekomendasi HP Murah Kamera Bagus untuk Konten TikTok 2026, Pembuat Konten Wajib Punya

Adapun Pertamina Dex, berpeluang mendekati angka Rp30 ribu per liter apabila harga minyak dunia terus mengalami penguatan.

Meski demikian, prediksi tersebut masih sangat dinamis dan dapat berubah sewaktu-waktu tergantung perkembangan pasar global. 

Pemerintah bersama operator energi nasional biasanya melakukan evaluasi harga setiap awal bulan berdasarkan sejumlah indikator penting, mulai dari harga minyak mentah dunia, kurs rupiah, hingga kondisi distribusi energi nasional.

Di tengah potensi kenaikan tersebut, pemerintah memastikan harga BBM subsidi seperti Pertalite dan Solar subsidi masih tetap dipertahankan demi menjaga daya beli masyarakat. 

BACA JUGA:Review Konsumsi BBM Honda Stylo 160 Setelah Dipakai Turing, Nyaman atau Boros?

BACA JUGA:Kopiah Resam Bangka Barat Segera Diusulkan Jadi Indikasi Geografis, Kemenkum Babel Beri Dukungan

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: