Perang Melawan Iran, AS Habiskan Setengah Kuadriliun
Rudal Iran.--
BACA JUGA:Kecewa dengan Iran, Peru Putuskan Hubungan Diplomatik
Ditambahkan oleh CBO dalam laporannya bahwa bergantung pada intensitas kekerasan yang terjadi, biaya perang per bulannya dapat berkisar antara US$ 2 miliar (Rp35,3 triliun) hingga US$ 3 miliar (Rp53 triliun), atau bisa lebih, jika konflik berlanjut.
Duit Ganti Amunisi
Angka keseluruhan tersebut, sebut CBO, mencerminkan biaya penggantian amunisi yang telah digunakan dan peralatan yang hilang dalam pertempuran, dan peningkatan biaya bahan bakar bagi militer AS, di antara faktor-faktor lainnya.
Biaya penggantian amunisi yang digunakan hingga 1 Agustus diperkirakan mencapai US$ 21,7 miliar (Rp383,7 triliun). CBO mencatat bahwa penggantian amunisi ini merupakan komponen biaya terbesar yang ditanggung Departemen Pertahanan AS atau Pentagon dalam konflik tersebut.
BACA JUGA:Militer AS Serang Pulau Larak, Prajurit-Warga Sipil Iran Tewas
BACA JUGA:Militer AS Dituding Kekurangan Amunisi, Trump Berang
Sementara itu, menurut laporan CBO, "biaya peluang utama" bagi Pentagon adalah berkurangnya persediaan rudal pencegat pertahanan, yang menyebabkan persediaan AS menipis untuk beberapa tahun ke depan.
Lebih lanjut CBO memperingatkan bahwa membandingkan laporan pengeluaran untuk rudal pencegat dengan jumlah total yang telah dibeli Pentagon, mengindikasikan bahwa AS "kemungkinan telah menggunakan antara separuh hingga dua pertiga dari persediaan amunisi tersebut sejak Juni 2025".
Laporan CBO ini disusun menyusul permintaan dari anggota senior pada Komite Anggaran DPR AS, Brendan Boyle, dari Partai Demokrat, bersama sejumlah anggota parlemen Partai Demokrat lainnya.
Pada Juli lalu, Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth memperkirakan bahwa perang melawan Iran telah menelan biaya US$ 37,5 miliar (Rp663 triliun).
BACA JUGA:Usai Bertemu Pimpinan Hamas, Menantu Trump Bertemu Netanyahu
BACA JUGA:Trump Ajukan Kompensasi Sebagai Syarat Perundingan dengan Iran
CBO, dalam laporannya, memperkirakan bahwa dampak utama konflik Iran terhadap perekonomian AS adalah tekanan inflasi akibat gangguan pasokan minyak dan gas alam. Iran membalas serangan AS-Israel dengan memblokir Selat Hormuz, jalur perairan vital bagi pasokan energi global, sehingga memicu lonjakan biaya. (dri)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
