Banner Pemprov

Sah, AS Cabut Sanksi Eskpor Minyak Iran

Sah, AS Cabut Sanksi Eskpor Minyak Iran

Bagian dari ruangan perundingan Iran dan AS di resor mewah di kawasan Danau Lucerne Swiss.--

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi turut memberikan tanggapan melalui media sosial.  Dia menulis bahwa ekspor minyak dan produk petrokimia Iran dibebaskan dari sanksi, blokade dicabut, sebagian aset yang dibekukan dilepaskan, dan sebuah rencana besar rekonstruksi serta pembangunan untuk Iran telah diluncurkan.

BACA JUGA:Giliran Presiden Asosiasi Sepak Bola Palestina Ditolak Masuk AS-Kanada

BACA JUGA:Kayuh Misi Perdamaian, Pesepeda Cantik Asal Iran Tempuh 8.000 Kilometer Keliling Asia dan Tiba di Indonesia

Sebagai langkah lanjutan dari kesepakatan ini, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio dijadwalkan memulai kunjungan ke Uni Emirat Arab, Kuwait, dan Bahrain untuk membahas kesepakatan tersebut. 

Juru bicara Rubio, Tommy Pigott, mengatakan kunjungan itu juga akan membahas upaya untuk menjamin transit yang aman, penuh, dan bebas melalui Selat Hormuz.

Pakistan dan Qatar, yang menjadi mediator dalam perundingan ini, menyatakan bahwa negosiator AS dan Iran telah mencapai kesepakatan mengenai peta jalan menuju kesepakatan akhir dalam 60 hari.

Pembicaraan teknis akan berlanjut sepanjang pekan ini di Swiss.

"Kemajuan yang menggembirakan telah dicapai," kata kedua negara mediator itu, termasuk dibentuknya saluran komunikasi khusus untuk menghindari insiden dan kesalahpahaman di Selat Hormuz.

BACA JUGA:Respons Serangan, Iran Serang Pangkalan Militer AS di Bahrain

BACA JUGA:Helikopter Apache Ditembak Jatuh, AS Serang Pantai Selatan Iran

Sebelum konflik ini meletus, lalu lintas internasional di selat tersebut berlangsung bebas. 

Namun, Teheran kini tampak ingin memanfaatkan jalur strategis itu sebagai bagian dari kesepakatan apa pun yang dicapai. 

Data pelacakan pada Senin menunjukkan kapal-kapal masih melintasi selat tersebut, meskipun Iran sempat menyatakan pada Sabtu (20/6/2026) bahwa pihaknya kembali menutup Selat Hormuz akibat serangan Israel di Lebanon. (dri)

 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: