AS Akhiri Perang, Iran Menang Negosiasi
Kapal IRGC mencegat kapal tanker yang melintas di Selat Hormuz pada 21 April 2026. --
BACA JUGA:Trump Klaim Iran Sangat Ingin Membuat Kesepakatan
BACA JUGA:Trump Menyerah, Izinkan Iran Tampil di Piala Dunia 2026
Dalam kesempatan yang sama, Rubio mengungkapkan dampak memilukan dari blokade di Selat Hormuz.
Korban jiwa
Dia menyebut sekitar 23.000 orang dari 87 negara terjebak di dalam kapal-kapal yang tertahan di wilayah Teluk. Bahkan, ia mengonfirmasi adanya korban jiwa di kalangan warga sipil akibat konflik yang berkepanjangan di jalur perairan tersebut.
"Mereka terisolasi, mereka kelaparan, mereka rentan, dan setidaknya 10 pelaut telah tewas sebagai akibatnya, pelaut sipil," ungkap Rubio tanpa merinci lebih lanjut detail kematian tersebut.
BACA JUGA:Disindir Kanselir Jerman, Pemimpin Iran Permalukan AS, Trump Berang
BACA JUGA:Iran-AS Tutup Mata, Kapal Pesiar Mewah Rusia Lintasi Selat Hormuz
Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth sebelumnya menyatakan bahwa ratusan kapal telah mengantre untuk melewati selat tersebut. Sebelum konflik pecah, sekitar 20 persen pasokan minyak global melintasi Selat Hormuz setiap harinya.
Diplomasi nuklir
Meskipun Rubio mengklaim kemenangan operasional, satu target besar pemerintahan Trump belum tercapai, yakni memastikan Iran tidak mengembangkan senjata nuklir.
Hingga saat ini, Iran dilaporkan belum menyerahkan lebih dari 408 kilogram uranium yang diperkaya tinggi. Rubio mendesak Teheran untuk segera menerima kenyataan di lapangan.
BACA JUGA:Kanselir Jerman: Pemimpin Iran Sedang Permalukan AS
BACA JUGA:Mentahkan Lobi Trump, Iran Tetap Tampil di Piala Dunia 2026
Dia menyebut dua utusan AS, Steve Witkoff dan Jared Kushner, terus mengupayakan solusi diplomatik. Menurutnya, kesepakatan di masa depan harus menyentuh isu keberadaan material nuklir yang diduga disembunyikan Iran.
"Presiden sudah jelas bahwa bagian dari proses negosiasi tidak hanya soal pengayaan (uranium), tetapi juga apa yang terjadi pada material yang terkubur jauh di suatu tempat, yang masih bisa mereka akses jika mereka ingin menggulirnya kembali," jelas Rubio.
Ia menolak memberikan rincian kemajuan negosiasi tersebut, tetapi menekankan bahwa kesepakatan tidak harus diselesaikan dalam satu hari karena kerumitan teknis.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:










