DETIK-DETIK TERAKHIR! Trump Batal Serang Iran di Ujung Deadline, Sepakati Gencatan Senjata Dua Pekan

DETIK-DETIK TERAKHIR! Trump Batal Serang Iran di Ujung Deadline, Sepakati Gencatan Senjata Dua Pekan

Ketegangan AS-Iran mereda setelah Trump menunda serangan dan Iran setujui gencatan senjata dua minggu, perundingan akan digelar di Islamabad Pakistan--

Sebagai bagian dari tuntutan untuk mengakhiri konflik, Iran mengajukan sejumlah syarat, antara lain pengakuan atas kendali di Selat Hormuz, penarikan pasukan tempur Amerika Serikat dari kawasan, pencabutan sanksi, serta pencairan aset Iran yang selama ini dibekukan.

Tuntutan tersebut mencerminkan upaya Iran untuk memperkuat posisinya dalam tatanan geopolitik kawasan.

Meski kesepakatan gencatan senjata telah diumumkan, situasi di lapangan masih belum sepenuhnya stabil.

Laporan peringatan rudal masih terjadi di sejumlah negara kawasan Teluk seperti Uni Emirat Arab, Arab Saudi, Bahrain, dan Kuwait, serta di Israel.

Seorang pejabat militer Amerika Serikat menyatakan bahwa pihaknya telah menghentikan seluruh operasi ofensif terhadap Iran, namun tetap mempertahankan langkah-langkah defensif untuk mengantisipasi kemungkinan serangan lanjutan.

BACA JUGA:Trump Ancam Serangan Lebih Keras ke Iran, Intensif dalam 2-3 Pekan, Harga Minyak Dunia Melonjak

BACA JUGA:Trump Ancam Serangan Lebih Keras ke Iran, Intensif dalam 2-3 Pekan, Harga Minyak Dunia Melonjak

Sejak konflik dimulai, Trump diketahui beberapa kali menetapkan tenggat waktu yang diiringi ancaman militer, namun kemudian memperpanjangnya menjelang batas waktu tersebut.

Keputusan terbaru ini disebut diambil setelah komunikasi dengan Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif dan Kepala Staf Angkatan Darat Pakistan Jenderal Asim Munir, yang mendorong perpanjangan waktu guna memberi ruang bagi diplomasi.

Pemerintah Israel dilaporkan turut menyetujui skema gencatan senjata sementara tersebut, meskipun terdapat kekhawatiran di dalam negeri terkait hasil akhir dari kesepakatan tersebut.

Di sisi lain, program nuklir Iran tetap menjadi perhatian utama. Persediaan uranium yang telah diperkaya masih tersimpan di fasilitas bawah tanah, yang sebelumnya menjadi salah satu alasan utama Amerika Serikat dan Israel melancarkan operasi militer.

Ancaman Trump sebelumnya terhadap infrastruktur sipil Iran juga menuai kritik dari berbagai pihak. Sejumlah anggota Kongres Amerika Serikat, pejabat Perserikatan Bangsa-Bangsa, serta pakar hukum internasional menilai serangan terhadap target sipil berpotensi melanggar hukum internasional.

Perwakilan Iran di PBB, Amir-Saeid Iravani, menyebut ancaman tersebut sebagai bentuk hasutan terhadap kejahatan perang. Ia menegaskan Iran akan memberikan respons yang sepadan jika serangan tetap dilaksanakan.

Konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran telah memicu ketegangan luas di kawasan Timur Tengah. Serangan balasan dari Iran terhadap Israel dan negara-negara Teluk turut memperburuk situasi keamanan serta menimbulkan dampak ekonomi global.

BACA JUGA:Prediksi Meleset, Iran Ternyata Masih Bertahan di Tengah Gempuran AS - Israel

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: