DETIK-DETIK TERAKHIR! Trump Batal Serang Iran di Ujung Deadline, Sepakati Gencatan Senjata Dua Pekan

DETIK-DETIK TERAKHIR! Trump Batal Serang Iran di Ujung Deadline, Sepakati Gencatan Senjata Dua Pekan

Ketegangan AS-Iran mereda setelah Trump menunda serangan dan Iran setujui gencatan senjata dua minggu, perundingan akan digelar di Islamabad Pakistan--

Trump Tunda Serangan ke Iran, Buka Peluang Gencatan Senjata Dua Pekan

TEHERAN , SUMEKS.CO- Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, akhirnya memutuskan menunda rencana serangan besar terhadap Iran hanya beberapa jam sebelum tenggat waktu yang ia tetapkan sendiri.

Keputusan Trump ini diambil sebagai upaya meredakan eskalasi konflik yang telah berlangsung sejak Februari lalu.

Trump sebelumnya mengancam akan melancarkan serangan besar terhadap sejumlah infrastruktur Iran, termasuk jembatan, pembangkit listrik, dan fasilitas sipil lainnya.

Namun, ia menyatakan akan menangguhkan rencana tersebut selama dua pekan, dengan syarat Iran menyetujui gencatan senjata sementara serta membuka kembali Selat Hormuz.

Selat Hormuz merupakan jalur strategis yang dilalui sekitar 20 persen pasokan minyak dunia pada masa damai.

Penutupan atau pembatasan akses di wilayah ini sejak konflik berlangsung telah memicu kekhawatiran global terhadap stabilitas energi dan ekonomi.

Dalam pernyataannya di media sosial, Trump menyebut Iran telah mengajukan proposal perdamaian yang dinilai “cukup dapat dijalankan” sebagai dasar negosiasi lanjutan.

Ia juga menyebut sebagian besar perbedaan antara kedua pihak telah menemukan titik temu, meski masih membutuhkan waktu untuk finalisasi kesepakatan.

BACA JUGA:Ngeri! Trump Ultimatum Iran Buka Selat Hormuz atau Infrastruktur Dihancurkan, Iran Bergeming?

BACA JUGA:Trump Beri Deadline Iran Buka Selat Hormuz hingga Selasa Malam, Opsi Militer Disiapkan

Pemerintah Iran melalui Dewan Keamanan Nasional Tertinggi menyatakan menerima usulan gencatan senjata selama dua minggu.

Selain itu, Iran juga menyatakan kesiapan untuk memulai perundingan dengan Amerika Serikat yang dijadwalkan berlangsung di Islamabad, Pakistan, mulai Jumat mendatang.

Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menyampaikan bahwa akses melalui Selat Hormuz akan dibuka kembali dalam periode tersebut di bawah pengawasan militer Iran. Namun, belum ada kejelasan apakah kebijakan ini akan sepenuhnya melonggarkan kontrol Iran terhadap jalur pelayaran tersebut.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: