Trump Ancam Serangan Lebih Keras ke Iran, Intensif dalam 2-3 Pekan, Harga Minyak Dunia Melonjak

Trump Ancam Serangan Lebih Keras ke Iran, Intensif dalam 2-3 Pekan, Harga Minyak Dunia Melonjak

Konflik AS-Iran memanas setelah Trump ancam serangan lanjutan. Harga minyak melonjak, BBM naik, dan ekonomi global mulai terdampak.--

Trump Ancam Serang Iran Lebih Keras, Dampaknya Mulai Terasa ke Harga BBM Dunia

SUMEKS.CO- Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, menyatakan bahwa negaranya akan terus melancarkan serangan ke Iran dalam dua hingga tiga minggu ke depan.

Trump  menegaskan serangan akan dilakukan dengan intensitas tinggi.

Langkah tersebut merupakan bagian dari operasi militer yang menurutnya sudah berjalan sesuai rencana. Ia bahkan menyebut Iran akan menghadapi dampak besar dari serangan tersebut.

Namun, dalam pernyataannya, Trump tidak menjelaskan apakah ada upaya damai atau negosiasi dengan Iran. Ia juga tidak menyinggung kembali soal tenggat waktu pembukaan Selat Hormuz, jalur penting dunia untuk distribusi minyak dan gas.

Belum ada pula kejelasan bagaimana pemerintah AS akan mengatasi dampak perang terhadap pasokan energi global yang saat ini mulai terganggu.

Dampaknya sudah mulai terasa di berbagai negara. Harga minyak dunia langsung naik lebih dari 4 persen setelah pernyataan tersebut. Harga minyak mentah kini menembus lebih dari 100 dolar AS per barel.

BACA JUGA:Trump Sebut Perang Iran Segera Berakhir, Ancam Serangan 20 Kali Lebih Keras ke Teheran

BACA JUGA:SIAP-SIAP, Iran akan Serang dengan Rudal Lebih Kuat, Tolak Tawaran Negosiasi Presiden Trump

Di Amerika Serikat, harga bensin juga ikut melonjak. Untuk pertama kalinya sejak 2022, rata-rata harga BBM tembus di atas 4 dolar AS per galon. Kenaikan ini dikhawatirkan akan ikut memengaruhi harga kebutuhan sehari-hari karena biaya transportasi ikut naik.

Di Asia, kondisi serupa juga terjadi. Thailand misalnya, mengalami kenaikan harga bahan bakar hingga sekitar 12 persen setelah subsidi dikurangi.

Sementara itu, pasar saham di Asia justru melemah. Investor terlihat khawatir konflik ini akan berdampak lebih luas terhadap ekonomi global.

BACA JUGA:Tak Disangka, Ini Respon Iran Usai Diultimatum AS Buka Selat Hormuz Dalam Waktu 48 Jam

BACA JUGA:Petaka di Malam Takbiran, 2 Rumah di Kecamatan SU II Palembang Hangus Terbakar

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: