Banner Pemprov

Perang AS-Iran Memanas, Pentagon Umumkan Korban Ketujuh Pasukan Amerika Serikat

Perang AS-Iran Memanas, Pentagon Umumkan Korban Ketujuh Pasukan Amerika Serikat

Jumlah tentara Amerika yang tewas dalam perang dengan Iran meningkat menjadi tujuh setelah seorang prajurit meninggal akibat luka serangan Iran.--

Korban Konflik Terus Bertambah. Sejak konflik terbuka antara Amerika Serikat dan Iran dimulai pada 28 Februari, jumlah korban jiwa di berbagai wilayah Timur Tengah terus meningkat.

Serangan balasan Iran dilaporkan telah menewaskan setidaknya 20 orang di beberapa lokasi, termasuk di Israel dan sejumlah negara di kawasan tersebut.

Sementara itu, Iran sendiri disebut mengalami korban jauh lebih besar akibat serangan udara Amerika Serikat dan Israel. Menurut berbagai sumber mencapai ribuan warga Iran tewas. 

Selain itu, sampai 9 Maret sudah 3000 rudal diluncurkan AS -Israel ke Iran, dan 1000 rudal Iran diluncurkan ke Pangkalan AS dan Israel.

Organisasi kemanusiaan Red Crescent Society sebelumnya menyebut hampir 800 orang tewas di Iran akibat serangan tersebut.

Namun laporan terbaru dari duta besar Iran untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa menyebut jumlah korban telah melampaui 1.300 orang.

Iran Dinilai Lebih Siap Menghadapi Konflik. Pejabat militer Amerika mengatakan bahwa tingkat korban yang muncul pada minggu pertama perang menunjukkan bahwa Iran ternyata lebih siap menghadapi konflik dibanding perkiraan awal pemerintahan Presiden Trump.

BACA JUGA:Kapal Tanker Minyak Kena Hantam Rudal Iran, Perang Arab Makin Ngeri

BACA JUGA:Innalillahi, Ayatollah Khamenei Tewas Diserang, Apakah Iran Akan Perang Terbuka?

Meski sejumlah pemimpin penting Iran, termasuk pemimpin tertinggi Ayatollah Ali Khamenei, dilaporkan tewas dalam serangan Israel yang didukung oleh intelijen CIA, Iran masih mampu melancarkan serangan balasan yang cukup signifikan.

Para analis militer menilai Iran tetap mempertahankan kemampuan militernya meskipun mengalami kehilangan tokoh-tokoh penting dalam struktur kepemimpinan.

Serangan Iran Semakin Sulit Diprediksi. Dalam konflik sebelumnya, Iran biasanya memberikan sinyal atau peringatan sebelum melancarkan serangan balasan terhadap pangkalan militer Amerika.

Namun sejak perang terbaru dimulai, pola tersebut berubah. Serangan Iran disebut lebih luas dan tidak terduga, sehingga menyulitkan pihak militer AS untuk memprediksi lokasi target berikutnya.

Situasi ini meningkatkan kekhawatiran mengenai potensi eskalasi konflik yang lebih besar di kawasan Timur Tengah.

Pemerintah AS Perkirakan Korban Bertambah. Presiden Trump dan sejumlah pejabat pemerintah AS sebelumnya telah menyatakan bahwa kemungkinan korban tambahan dari pihak Amerika masih sangat mungkin terjadi selama konflik berlangsung.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: