Menutup Utang dan Kembali Bangkit (1)
Sekitar 500 pengusaha dari berbagai tanah air memadati Ballroom Hotel Shangri-La Surabaya, Kamis pagi, 13 Agustus 2026. Mereka tafakur mendengarkan talk show bertajuk Dilema Pengusaha: Berutang Tambah Beban, Tidak Berutang Tidak Berkembang. --
Perjuangan membebaskan diri dari utang juga dituturkan Fauzi. Sebelum bergabung ke SyaREA World, Ia harus berjibaku menutup utang yang tembus hingga Rp 140 miliar.
Ia mengakui, saat merintis usaha, kegiatan berutang sering dijalankan guna membesarkan bisnis. Awalnya, hanya pinjam Rp1-2 miliar ke perbankan. Tapi lambat laun, Ia seperti ingin terus menambah utang demi melebarkan bisnis. ”Saya sudah adiktif utang,” katanya.
Dan bencana pun menimpa bisnis Fauzi pada 2020. Saat itu ada tender besar untuk menggarap proyek. Tapi ternyata proyek tersebut tak jalan. Uang yang dikeluarkan pun macet. Pikiran Fauzi buntu.
BACA JUGA:Bantu yang Kecil Bukan Berarti Anti yang Besar, Ini Pesan Dahlan Iskan di Rakernas PSMTI 2025
Dari sana, Ia pun bertemu dengan komunitas SyaREA World. Lalu, mendapatkan solusi. Salah satunya segera menutup utang, meski harus menjual aset. ”Saya pun menjual aset 20 toko Indomaret,” katanya.
Dari diskusi itu, Dahlan pun mengambil kesimpulan. Bahwa para pengusaha yang punya utang miliaran itu tetap punya tanggung jawab untuk menyelesaikan masalahnya. Meski harus membakar aset-aset produktif guna menutup utang yang menumpuk.
Lalu, apakah berutang dengan prinsip syariah itu tetap ada ?.
Tamu Istimewa, dari Anak Penjual Kopiah di Ampel (seri-2)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
