Ia juga mendorong agar pengembangan kawasan dapat terintegrasi dengan berbagai program pendukung, termasuk penyediaan sarana produksi pertanian, akses BBM pertanian, penguatan penyuluhan, penerapan teknologi, serta keterlibatan perguruan tinggi dalam pendampingan dan pembelajaran bagi petani.
Selain itu, SPPG diharapkan dapat menjadi bagian dari ekosistem tersebut dengan mengoptimalkan penyerapan hasil pertanian lokal.
BACA JUGA:Askolani Pimpin Upacara Sumpah Pemuda ke-98, Pesan Menpora: Pemuda Harus Patriotik dan Gigih
BACA JUGA:Genjot Produksi Padi, Askolani Target Banyuasin Nomor Satu di Indonesia
Produk yang dihasilkan petani di kawasan Banyuasin diharapkan dapat memenuhi kebutuhan pangan SPPG sehingga menciptakan pasar yang lebih pasti bagi petani sekaligus menggerakkan perekonomian masyarakat setempat.
Dengan ditetapkannya Banyuasin sebagai kawasan percontohan IMMACo, Pemerintah Kabupaten Banyuasin optimistis pengembangan kawasan pertanian seluas sekitar 22 ribu hektare di Muara Telang dapat menjadi model pertanian modern yang terintegrasi, produktif dan berkelanjutan.
Program ini diharapkan semakin memperkuat peran Banyuasin sebagai salah satu daerah penyangga pangan nasional serta mendukung terwujudnya swasembada pangan.