Program ini diharapkan membuka peluang ekonomi bagi generasi muda sekaligus membantu mempromosikan potensi lokal, termasuk kerajinan purun yang menjadi bagian dari kekayaan budaya masyarakat OKI.
“Kami ingin membuat semacam pelatihan bagi pemuda di tingkat desa agar bisa berkarya menjadi kreator konten. Dengan begitu, mereka dapat mengembangkan diri dan memperoleh manfaat secara ekonomi,” kata Taufik.
BACA JUGA:Pemkot Palembang dan Karang Taruna Tebar 1.000 Bibit Ikan Lele di Bulan Bhakti 2025
BACA JUGA:Sekda Palembang Aprizal Hasyim: Dukung 100 Persen Bulan Bhakti Karang Taruna 2025
Selain mengembangkan keterampilan pemuda, pengurus baru akan melakukan konsolidasi di 18 kecamatan. Agenda tersebut mencakup evaluasi kepengurusan yang telah berakhir masa baktinya serta pelaksanaan temu karya sebagai bagian dari regenerasi organisasi.
Taufik berharap kepengurusan Karang Taruna OKI periode 2026–2031 dapat memperluas keterlibatan pemuda dalam kegiatan sosial, meningkatkan kemandirian organisasi, dan menghadirkan program yang berdampak langsung bagi masyarakat.