Politik yang Tidak Kehilangan Rasa Refleksi atas Buku

Rabu 21-10-2026,12:59 WIB
Editor : Masayu Indriaty Susanto

Namun, keluasan tema sekaligus menghadirkan tantangan tersendiri. Perpindahan dari politik ke perjalanan, lalu ke pandemi dan catatan kehilangan, berpotensi membuat pembaca merasakan lompatan gagasan.

Tetapi barangkali memang di situlah karakter buku ini. Buku ini tidak sedang menawarkan sebuah teori besar atau argumentasi akademik yang serba sistematis.

Buku ini lebih menyerupai kumpulan jendela. Masing-masing menghadirkan pemandangan berbeda, tetapi semuanya memperlihatkan cara seorang penulis membaca dunia.

Di titik ini, judul Sketsa Pindah Ruang memperoleh makna yang lebih luas bagi saya.

Manusia sesungguhnya terus berpindah ruang. Dari ruang pengalaman menuju ruang pemikiran. Dari ruang publik menuju ruang pribadi.

Dari perjumpaan menuju perpisahan. Bahkan, pada akhirnya, dari kehidupan menuju kenangan.

Dan menulis menjadi salah satu cara agar sesuatu tidak benar-benar hilang.

Saya memandang buku Dr. Hendra Alfani ini sebagai pengingat bahwa seorang intelektual tidak harus selalu berbicara dengan bahasa yang rumit.

Kepekaan membaca kehidupan sehari-hari juga merupakan bagian penting dari kerja intelektual.

Sebab, ilmu pengetahuan yang kehilangan sentuhan kemanusiaan berisiko menjadi kering.

Sebaliknya, pengalaman yang tidak pernah direnungkan mungkin hanya akan berlalu sebagai peristiwa.

Buku Sketsa Pindah Ruang mempertemukan keduanya, meski dengan kedalaman yang tidak selalu sama pada setiap tulisan.

Pada akhirnya, buku ini mengingatkan saya pada satu hal: menulis bukan hanya soal apa yang kita pikirkan, tetapi juga apa yang kita rasakan, pertanyakan, dan ingin kita tinggalkan sebagai jejak.

Karena mungkin, yang membuat perjalanan hidup bermakna bukanlah seberapa banyak ruang yang pernah kita singgahi, melainkan seberapa banyak pemahaman yang kita bawa ketika meninggalkannya.

Dan bukankah setiap tulisan, pada dasarnya, adalah cara manusia meninggalkan sebagian dirinya agar tetap hidup dalam ingatan orang lain? Bravo, senior!

 

Kategori :