Macron Pertahankan Mendagri Walaupun Telah Mengajulan Pengunduran Diri, ini Alasannya

Senin 19-10-2026,20:10 WIB
Reporter : Dendi Romi
Editor : Dendi Romi

BRUSSELS, SUMEKS.CO - Sikap gentle dan bertanggung  jawab ditunjukkan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Prancis Laurent Nunez yang memilih mengundurkan diri atas terjadinya kerusuhan dan penjarahan pada akhir pekan lalu. Namun pengunduran diri Nunez sebagai Mendagri Presiden Emmanuel Macron. 

Menurut stasiun televisi BFMTV, Senin, Nunez mengajukan pengunduran dirinya kepada Macron pada Ahad (18/10/2026) di tengah meningkatnya kritik terhadap penanganan pihak berwenang terhadap kerusuhan tersebut.

"Saya adalah menteri dalam negeri, saya bertanggung jawab atas segala hal yang terjadi di lapangan," kata Nunez kepada radio France Inter saat menjelaskan keputusannya untuk mengundurkan diri.

Nunez mengakui adanya "kehilangan kendali" oleh kepolisian di beberapa kota dan mengakui telah terjadi "kurangnya antisipasi" dalam mengerahkan pasukan keamanan yang tersedia.

BACA JUGA:Kerusuhan di Prancis Sebabkan 1.000 Polisi Terluka, Macron Salahkan Kelompok Sayap Kiri

BACA JUGA:Prancis Ditahan Imbang Italia 1-1, ini Klasemen Sementara UEFA Nations League Grup A1

Namun demikian, Presiden Macron memutuskan untuk mempertahankan jabatan Nunez, dengan alasan masih perlu kesinambungan dalam komando pasukan keamanan selama krisis saat ini, menurut pernyataan dari Istana Elysee.

Macron juga menyerukan transparansi yang lebih besar terkait apa yang dia sebut sebagai "kegagalan antisipasi dan intelijen" hingga menyebabkan meluasnya kekerasan tersebut.

Kerusuhan yang terjadi dalam aksi unjuk rasa pada Sabtu (17/10) itu menyebabkan hampir 1.000 petugas penegak hukum terluka dan mengakibatkan sekitar 2.400 orang ditangkap, menurut data resmi.

Tanggapan pemerintah tersebut menuai kritik dari sejumlah pemimpin lokal, termasuk wali kota Paris, Marseille, dan Limoges.

Nunez pun akan ke Marseille, salah satu kota yang paling parah terdampak oleh kerusuhan, di mana pihak berwenang melaporkan hingga 30.000 orang terlibat dalam aksi penjarahan pada Sabtu.

BACA JUGA:Zidane Jadi Pelatih Timnas Prancis, Mbappe: Seperti Adegan di Film

BACA JUGA:Prancis-Jerman Ngebet Jadi Tuan Rumah Piala Dunia 2038

Macron akan ambil tindakan

Sementara itu, dalam pidato yang disiarkan Minggu malam (18/10), Macron berjanji bahwa para pelaku perusakan tersebut akan dimintai pertanggungjawaban.

"Mereka yang berusaha menggulingkan republik akan dimintai pertanggungjawaban," katanya.

Kategori :