Perlindungan terhadap anak menjadi perhatian karena mereka tetap menjalankan aktivitas belajar di tengah kondisi udara yang kurang baik.
“Masker harus dibagikan gratis kepada masyarakat sekitar. Sekolah-sekolah juga harus mendapat pembagian masker. Anak-anak harus kita lindungi,” katanya.
Data Puskesmas Tulung Selapan menunjukkan kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) masih ditemukan dalam beberapa bulan terakhir.
BACA JUGA:Sanksi Adat, Benteng Warga Desa Jermun OKI Cegah Karhutla
BACA JUGA:Herman Deru Inisiasi Bentuk Lima Unit BPBD di Kecamatan Rawan Karhutla OKI
Tercatat 130 kasus pada Juni, 135 kasus pada Juli, dan meningkat menjadi 158 kasus pada Agustus. Pada September terdapat 118 kasus, sedangkan hingga minggu pertama Oktober tercatat 28 kasus.
Data tersebut menjadi perhatian untuk memperkuat langkah pencegahan dan pelayanan kesehatan di tengah kondisi karhutla.
Muchendi mengimbau masyarakat mengurangi aktivitas di luar ruangan ketika kabut asap menebal. Warga yang harus beraktivitas di luar rumah diminta menggunakan masker dan segera memeriksakan diri apabila mengalami keluhan kesehatan.
“Jangan menunggu kondisi menjadi berat. Kalau mulai batuk, sesak, mata terasa perih, atau ada gangguan pernapasan setelah terpapar asap, segera datang ke fasilitas kesehatan,” ujar Muchendi.