Ini Alasan AS Tarik Seluruh Pesawat Pengebom di Pangkalan Udara Inggris

Selasa 06-10-2026,12:36 WIB
Reporter : Dendi Romi
Editor : Dendi Romi

SUMEKS.CO - Amerika Serikat (AS) menarik seluruh pesawat pengebom B-1 dari pangkalan udara Inggris. Presiden AS Donald Trump mengungkapkan bahwa penarikan seluruh pesawat pengebom dari pangkalan udara Inggris baru-baru ini didasari oleh adanya ancaman-ancaman.

Namun dia tidak menjelaskan lebih lanjut soal ancaman yang dimaksudnya. Dia meyakini ancaman itu terkait dengan Iran.

Otoritas Washington telah mengonfirmasi bahwa pesawat-pesawat pengebom canggih itu telah meninggalkan pangkalan udara RAF Fairford di Inggris, yang pernah digunakan oleh militer AS untuk melancarkan serangan terhadap Iran. Otoritas Inggris telah menegaskan bahwa lokasi tersebut aman.

BACA JUGA:3 Unit Mesin Pesawat Selundupan Senilai Rp30 Miliar dari Singapura Masuk Batam Sejak 7 Bulan Lalu

BACA JUGA:Kopilot FlyDubai Coba Bajak Pesawat Tujuan Israel, Netanyahu Berang

"Ada sejumlah ancaman," kata Trump saat berbicara kepada wartawan di Gedung Putih, Senin (5/10) waktu setempat.

"Dan daripada memancing musuh -- kita akan menangkap dan mengalahkan musuh, tetapi mengapa kita harus membiarkan pesawat-pesawat itu berada di sana? Jadi, kita memindahkannya sedikit, tidak terlalu jauh," ucap Presiden AS itu dalam pernyataannya, seperti dilansir AFP, Selasa (6/10/2026).

Spekulasi merebak terkait insiden di pangkalan udara Inggris pada 27 September lalu, yang diawali oleh aduan warga setempat soal keberadaan sekelompok pria dengan beberapa mobil van yang melakukan aktivitas "mencurigakan".

BACA JUGA:Kabut Asap Kembali ‘Ganggu’ Pendaratan Pesawat di Bandara SMB 2 Palembang, Visibilitas Minim di Bawah 700 M

BACA JUGA:Takut Ditangkap Mamdani, Pesawat Netanyahu Tidak Mendarat di Bandara JFK

Lima tersangka, yang semuanya warga negara Inggris, ditangkap dan diselidiki atas dugaan aksi terorisme, namun belakangan kelimanya dibebaskan dengan jaminan. Otoritas London juga menangkap seorang warga negara Inggris-Iran terkait insiden yang sama, namun dia juga akhirnya dibebaskan dengan jaminan.

Menurut kepolisian antiterorisme Inggris, para penyidik tidak menemukan bahan peledak di dalam mobil-mobil van mencurigakan itu, melainkan hanya mendapati "sejumlah bensin".

Trump menolak untuk berkomentar mengenai laporan yang menyebut ancaman tersebut melibatkan drone tempur. "Saya tidak bisa mengungkapkannya kepada Anda, tetapi jika mereka melakukannya, mereka akan menanggung akibat yang sangat berat," ucapnya.

BACA JUGA:4 Pesawat Tertahan di Udara Palembang, Asap Makin Pekat Jarak Pandang Sempat 700 Meter

BACA JUGA:Pesawat Keluar dari Landasan Pacu di Bandara Miami Hingga Tabrak Mobil, 5 Warga Tewas

Kategori :