OKI Kirim Empat Tim Muda, Ukur Kemampuan di Panggung Nasional
KAYUAGUNG, SUMEKS.CO - Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan, mengirim empat tim sepak bola usia dini untuk berlaga pada Liga Merah Putih tingkat nasional di Bandung, Jawa Barat.
Turnamen ini menjadi kesempatan bagi para pemain muda OKI untuk mengukur kemampuan sekaligus mendapatkan pengalaman menghadapi tim dari berbagai daerah.
Pelepasan kontingen dilakukan Bupati OKI H Muchendi Mahzareki di Aula Kantor Bupati OKI, Senin 5 Oktober 2026.
Dalam arahannya, Muchendi meminta para pemain memanfaatkan kesempatan tersebut untuk belajar dan menikmati atmosfer kompetisi di tingkat nasional.
BACA JUGA:Tim Berlaga di Liga Merah Putih OKI, Muchendi Dorong Pembinaan Sepak Bola Usia Dini
BACA JUGA:47 Tim Muda OKI Berebut Tiket ke Seri Nasional Liga Merah Putih
Keempat tim merupakan pemenang kompetisi Liga Merah Putih tingkat daerah. Mereka terdiri dari dua kelompok usia, yakni U10 dan U12.
Pada kategori U12, OKI diwakili SDN 1 Maribaya dengan 14 pemain dan SDN 2 Tugumulyo dengan 10 pemain. Sementara kategori U10 diwakili SDN 2 Tugumulyo dengan 10 pemain dan SDN 2 Makarti Mulya yang telah lebih dahulu bertolak ke Bandung.
“Adik-adik ini adalah pemenang dan menjadi perwakilan Kabupaten OKI. Kalian sudah membawa nama OKI sampai ke tingkat nasional. Jadikan kesempatan ini untuk menimba pengalaman, menambah teman dan memperluas wawasan,” kata Muchendi.
Muchendi berpesan agar pemain tidak terbebani target kemenangan. Menurut dia, keberanian bermain dan pengalaman bertanding menjadi bagian penting dalam proses pembinaan atlet usia dini.
BACA JUGA:Asosiasi Sepakbola Wales Ogah Dukung Infantino Nyalon Presiden FIFA
BACA JUGA:Lenovo Hadirkan Legion Tab Gen 5 FIFA World Cup 26 Edition, Tarik Minat Penggemar Sepakbola
“Bertandinglah dengan riang gembira. Berikan kemampuan terbaik dan jangan takut kalah. Yang paling penting adalah pengalaman yang kalian dapatkan. Mudah-mudahan dari sini akan lahir atlet-atlet yang membanggakan OKI di masa depan,” ujarnya.
Kepada guru, pendamping, dan wali peserta, Muchendi meminta perhatian terhadap kesehatan, keamanan, dan kenyamanan anak-anak selama perjalanan hingga seluruh rangkaian kegiatan di Bandung.