Gubernur Sumsel Herman Deru menilai kepatuhan warga pada norma lokal merupakan modal sosial yang sangat krusial.
"Masyarakat setempat yang paling paham dinamika wilayahnya. Ketika Perdes dan hukum adat berjalan efektif seperti di Desa Jermun, potensi kebakaran bisa dicegah langsung sebelum api muncul," tutur Herman Deru saat meninjau Desa Sungai Bungin, Pangkalan Lampam.
Sejalan dengan penguatan aturan lokal, Pemkab OKI memastikan kesiapsiagaan operasional di lapangan tetap didukung infrastruktur yang memadai.
BACA JUGA:Titik Api Tinggi di OKI, Polres OKI dan Warga Berjibaku Padamkan Karhutla
BACA JUGA: Sekolah Daring Diberlakukan di OKI Dampak Kabut Asap Karhutla
Bupati OKI Muchendi Mahzareki menegaskan bahwa pemerintah daerah memberikan alokasi dukungan operasional bagi relawan desa dan Kelompok Tani Peduli Api (KTPA), serta memprioritaskan sarana fisik di titik rawan.
"Kesadaran warga yang dipayungi Perdes harus diimbangi dengan penguatan fisik, seperti percepatan pembuatan sumur bor, penyediaan mesin pompa, serta rehabilitasi dan pembangunan embung," jelas Muchendi.