PALEMBANG, SUMEKS.CO - PT Pertamina Patra Niaga Refinery Unit Plaju (Kilang Plaju) terus memperkuat upaya peningkatan efisiensi energi sekaligus menjaga keandalan dan keselamatan operasional kilang.
Salah satu langkah yang dilakukan adalah melalui Focus Group Discussion (FGD) Update Nilai APR (Accelerated Preventive Response) Fired Heater dan Boiler yang dilaksanakan pada 28–29 September 2026.
Kegiatan ini menjadi forum kolaborasi lintas fungsi untuk mengevaluasi sekaligus memperbarui parameter operasi Fired Heater dan Boiler berdasarkan kondisi aktual peralatan.
Pembaruan tersebut penting agar acuan operasi yang digunakan tetap relevan, terukur, dan mampu mendukung pengoperasian peralatan secara aman, andal, serta efisien.
FGD membahas evaluasi performa peralatan, analisis tren parameter operasi dan faktor penyebab deviasi, identifikasi kesenjangan terhadap target maupun praktik terbaik (best practice), hingga perumusan peluang perbaikan dan rencana tindak lanjut.
Evaluasi juga mencakup peninjauan kembali batas minimum dan maksimum parameter operasi, khususnya setelah pelaksanaan pemeliharaan maupun turnaround.
Dengan demikian, baseline dan operating window yang ditetapkan dapat mencerminkan kondisi dan kemampuan aktual masing-masing peralatan.
Manager OPI RU Plaju, Felix Viceroy, menyampaikan bahwa peningkatan efisiensi energi membutuhkan kolaborasi yang kuat antar fungsi dengan tetap menempatkan aspek keselamatan dan keandalan sebagai prioritas utama.
BACA JUGA:Kemenkum Sumsel Ikuti Diskysi Reformulasi Kebijakan Indikasi Geografis, Optimalkan Produk Daerah
“Melalui FGD ini, kami mendorong keterlibatan lintas fungsi untuk mengevaluasi parameter operasi secara menyeluruh berdasarkan kondisi aktual peralatan."
Pembaruan yang dihasilkan diharapkan tidak hanya meningkatkan efisiensi energi, tetapi juga memastikan setiap peralatan tetap dioperasikan secara aman, andal, dan optimal,” ujar Felix.
Menurutnya, hasil FGD tidak berhenti pada proses evaluasi, tetapi akan diterjemahkan menjadi rekomendasi dan rencana tindak lanjut yang terukur.