Iran Ingatkan AS, Perang Bisa Meluas ke Samudera Hindia Jika Diserang

Jumat 25-09-2026,14:19 WIB
Reporter : Dendi Romi
Editor : Dendi Romi

TEHERAN, SUMEKS.CO - Iran tidak gentar atas ancaman Amerika Serikat (AS). Seorang jenderal militer senior Iran memperingatkan bahwa perang bisa meluas hingga ke Samudera Hindia, jika AS kembali melancarkan serangan. Disebutkan bahwa pasukan Teheran telah bersiap untuk berbagai skenario, termasuk skenario terburuk, jika kembali diserang oleh Washington.

Peringatan itu, seperti dilansir AFP dan Anadolu Agency, Jumat (25/9/2026), disampaikan oleh Mayor Jenderal Yahya Rahim Safavi, yang merupakan penasihat senior urusan militer bagi pemimpin tertinggi Iran Mojtaba Khamenei, dalam pernyataan video yang dirilis melalui kantor berita Fars pada Kamis (24/9/2026).

"Kami tidak tahu apa yang ada di dalam pikiran (Presiden AS Donald) Trump dan (Perdana Menteri Israel Benjamin) Netanyahu," kata Safavi dalam pernyataannya.

BACA JUGA:Iran Isyaratkan Buka Selat Hormuz, ini Syaratnya

BACA JUGA:Kapal Induk Pertama Indonesia Tiba di Perairan RI, Besok Sandar di Dermaga Tanjung Priok

Dia mengatakan bahwa pasukan Iran telah bersiap menghadapi skenario terburuk, jika terjadi serangan lanjutan dari militer AS atau Israel terhadap fasilitas atau kepentingan nasional Teheran.

Jika hal itu terjadi, Safavi memperingatkan bahwa cakupan konflik akan semakin meluas.

"Mengingat konflik yang telah meluas dari kawasan Teluk Persia dan Selat Hormuz hingga ke Laut Merah, ada kemungkinan bahwa, untuk merespons eskalasi perang, medan pertempuran akan meluas lebih jauh lagi, hingga mencapai Samudera Hindia atau mungkin wilayah lainnya," ucap Safavi.

Kelompok Houthi, yang bermarkas di Yaman dan didukung Iran, kembali bertempur sengit melawan pasukan pemerintah Yaman, yang didukung Arab Saudi. Beberapa waktu terakhir, pasukan Houthi berhasil menguasai seluruh wilayah pesisir Yaman di tepi Laut Merah, yang memperkuat cengkeraman mereka atas Selat Bab al-Mandeb yang strategis -- jalur penghubung antara Asia dan Eropa melalui Terusan Suez.

BACA JUGA:Perang Melawan Iran, AS Habiskan Setengah Kuadriliun

BACA JUGA:Iran Percepat Pembangunan Fasilitas Nuklir di Bawah Gunung, Kedalamannya Mencengangkan

Iran telah sejak lama memberikan dukungan militer kepada Houthi, namun membantah terlibat dalam konflik Yaman.

Teheran juga menutup akses di Selat Hormuz, jalur perairan strategis untuk pasokan minyak dan gas global yang terletak di lepas pantai Iran, sebagai tindakan balasan atas serangan skala besar AS dan Israel yang memicu perang sejak akhir Februari lalu.

Iran dan AS saat ini terus memperebutkan kendali atas Selat Hormuz. Upaya diplomatik untuk mengakhiri konflik kembali berlanjut pekan ini, dengan pembicaraan antara pejabat kedua negara digelar di New York, di sela-sela Sidang Umum PBB.

BACA JUGA:AL Diserang, Militer AS Serang Kapal Tanker Iran di Selat Hormuz

Kategori :