Nama : Tri Hana Rachmawati
NIM : PO7124226160
Prodi : RPL Kebidanan
Lokus : Prabumulih
Mata Kuliah : Pancasila
Dosen Pengajar : Wendy Anugrah Oktavian, S.Pd., M.Pd
Pengamalan Pancasila tidak selalu harus diwujudkan melalui tindakan besar. Di tengah kehidupan masyarakat yang semakin beragam, nilai-nilai Pancasila justru dapat terlihat dari kebiasaan sederhana: menghormati perbedaan, membantu sesama, bergotong royong, mendengarkan pendapat, hingga berlaku adil. Sikap-sikap tersebut menjadi bagian penting dalam menjaga kerukunan dan memperkuat persatuan Indonesia.
Pancasila memiliki peran penting dalam membentuk sikap masyarakat. Penerapannya dapat dimulai dari lingkungan terdekat, baik di tempat tinggal, tempat kerja, maupun dalam aktivitas sehari-hari. Pancasila merupakan dasar negara sekaligus pedoman dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Nilai-nilai Pancasila dapat diterapkan dalam berbagai lingkungan. Penerapan tersebut dapat dimulai dari hal-hal sederhana melalui sikap saling menghormati, membantu sesama, bekerja sama, dan bertanggung jawab.
Sila pertama, Ketuhanan Yang Maha Esa mengajarkan pentingnya menghormati kebebasan beragama, bersikap toleransi kepada sahabat, teman, tetangga, yang berbeda agama dengan kita Di lingkungan tempat tinggal, nilai ini dapat diwujudkan dengan menjaga kerukunan dan tidak mengganggu tetangga yang sedang beribadah. Di tempat kerja, setiap orang juga perlu memberikan kesempatan kepada rekan untuk menjalankan ibadah sesuai keyakinannya.
Sila kedua, Kemanusiaan yang Adil dan Beradab tercermin melalui kepedulian terhadap orang lain. Membantu tetangga yang mengalami kesulitan, menghargai rekan kerja, serta berbicara dengan sopan merupakan contoh sederhana yang dapat dilakukan setiap hari. Dalam kehidupan sehari-hari, kita dapat membantu orang yang mengalami kesulitan dan menjaga tutur kata.
Sila ketiga, Persatuan Indonesia di tengah keberagaman suku, agama, budaya, dan latar belakang, Persatuan Indonesia menjadi nilai yang penting untuk terus dijaga. Gotong royong di lingkungan tempat tinggal dan kerja sama dalam menyelesaikan tugas di tempat kerja menjadi contoh nyata bahwa perbedaan bukan penghalang untuk bekerja bersama. Dalam kehidupan sehari-hari, kita dapat menghargai perbedaan dan menghindari perselisihan.
Sila keempat, Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan mengajarkan masyarakat untuk menyelesaikan persoalan melalui musyawarah. Dalam lingkungan tempat tinggal maupun tempat kerja, setiap orang perlu diberi kesempatan menyampaikan pendapat. Penerapannya dapat dilakukan dengan mengikuti musyawarah warga dan menghargai keputusan yang telah disepakati Bersama. Keputusan bersama sebaiknya diambil dengan bijaksana tanpa memaksakan kehendak dan perbedaan pendapat sebaiknya diselesaikan melalui diskusi..
Sila kelima, Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia dapat diwujudkan dengan memperlakukan orang lain secara adil. Pembagian tugas yang seimbang di tempat kerja, menghargai hak orang lain, serta membantu warga yang membutuhkan merupakan bentuk sederhana dari nilai keadilan. Dalam kehidupan sehari-hari, kita dapat berbagi dengan orang yang membutuhkan dan tidak mengambil hak orang lain. Di tempat tinggal, penerapannya dapat dilakukan dengan tidak membeda-bedakan tetangga, membantu warga yang membutuhkan, serta ikut menjaga dan menggunakan fasilitas umum dengan bertanggung jawab.
Pancasila Dimulai dari Hal Sederhana, pengamalan Pancasila pada akhirnya tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga seluruh masyarakat. Setiap tindakan kecil memiliki arti ketika dilakukan secara konsisten. Menghormati perbedaan, peduli terhadap sesama, menjaga persatuan, bermusyawarah, dan berlaku adil merupakan langkah sederhana untuk menghidupkan Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Dari lingkungan terdekat, nilai-nilai tersebut dapat tumbuh menjadi kekuatan untuk membangun masyarakat Indonesia yang rukun, toleran, dan bersatu.