Implementasi Pancasila di Tempat Tinggal dan Kehidupan Sehari-hari

Minggu 20-09-2026,08:14 WIB

Nama : Verawati 

NIM : PO7124226177 

Lokus : Prabumulih 

Prodi : RPL D4 Kebidanan

Nama Dosen : Wendy Anugrah Octavian, S.Pd, M.Pd 

Mata Kuliah : Pancasila  

 

Kelurahan  Muara  Dua,  Kecamatan  Prabumulih  Timur,  Kota  Prabumulih,  memiliki wilayah sekitar 2.680 hektar dengan jumlah penduduk lebih dari 11 ribu jiwa yang terbagi dalam  3.035  kepala  keluarga.  Dalam  kehidupan  sehari-hari,  nilai-nilai  Pancasila  dapat ditemukan melalui berbagai aktivitas masyarakat. Penerapan Sila Pertama, Ketuhanan Yang Maha  Esa,  terlihat  dari  kegiatan  keagamaan  yang  dilakukan  oleh  masyarakat,  seperti menjalankan ibadah di masjid serta mengikuti pengajian yang dilaksanakan secara rutin di setiap RT. Selain itu, masyarakat juga menunjukkan sikap saling menghargai dan menghormati antarumat beragama. Sikap toleransi tersebut menciptakan suasana kehidupan yang religius, nyaman, dan kondusif sehingga setiap warga dapat menjalankan ibadahnya dengan tenang. 

Penerapan Sila Kedua, Kemanusiaan yang Adil dan Beradab, tercermin dari kepedulian masyarakat terhadap sesama. Warga memiliki kebiasaan menjenguk tetangga yang sedang sakit, memberikan bantuan kepada keluarga yang mengalami musibah, serta memberikan dukungan kepada masyarakat yang sedang menghadapi kesedihan atau kehilangan. Dalam kehidupan bermasyarakat, warga juga berusaha menunjukkan sikap ramah, sopan, dan saling menghargai tanpa membedakan suku, ras, maupun kondisi sosial. Setiap individu dipandang memiliki kedudukan yang sama sehingga harus diperlakukan secara adil dan manusiawi. 

Selanjutnya, Sila Ketiga, Persatuan Indonesia, diwujudkan melalui berbagai kegiatan yang menumbuhkan kebersamaan, salah satunya kerja bakti secara rutin untuk menjaga kebersihan lingkungan dan fasilitas umum. Jalan Tanggamus sebagai salah satu akses penting di kelurahan turut menjadi perhatian masyarakat. Warga dari 10 RW dan 38 RT bekerja sama dalam berbagai kegiatan, seperti membersihkan selokan, memotong ranting pohon, serta memperbaiki fasilitas yang  mengalami  kerusakan.  Selain  gotong  royong,  masyarakat  juga  mengedepankan musyawarah  ketika  menghadapi  perbedaan  pendapat  atau  permasalahan  agar  hubungan antarwarga tetap harmonis dan persatuan dapat terus dipertahankan. 

Sila  Keempat,  Kerakyatan  yang  Dipimpin  oleh  Hikmat  Kebijaksanaan  dalam Permusyawaratan/Perwakilan,  dapat  dilihat  melalui  kegiatan  rapat  dan  musyawarah  yang melibatkan berbagai unsur masyarakat. Berbagai persoalan, terutama yang berkaitan dengan pembangunan  dan  pelayanan  masyarakat,  dibahas  secara  bersama-sama.  Setiap  warga diberikan  kesempatan  untuk  menyampaikan  pendapat  dan  aspirasinya,  kemudian  seluruh masukan  dipertimbangkan  sebelum  menentukan  keputusan.  Hasil  musyawarah  diterima dengan sikap terbuka dan penuh tanggung jawab. Hal tersebut juga tercermin dalam pemilihan ketua RT dan RW yang dilakukan dengan mengutamakan kejujuran, tanggung jawab, serta kepentingan masyarakat. 

Sementara itu, Sila Kelima, Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia, tercermin dalam adanya sikap saling membantu dan pembagian tanggung jawab yang seimbang dalam kehidupan  bermasyarakat.  Setiap  warga  memiliki  kesempatan  untuk  berpartisipasi  dalam kegiatan  sosial  dan  gotong  royong  tanpa  adanya  perlakuan  yang  berbeda.  Selain  itu, masyarakat yang memiliki kemampuan lebih juga menunjukkan kepedulian terhadap warga yang membutuhkan, misalnya melalui pemberian bantuan berupa sembako maupun santunan. Kepedulian tersebut menjadi salah satu bentuk usaha untuk menciptakan kehidupan sosial yang lebih adil sehingga tidak ada warga yang merasa diabaikan atau tersisihkan.

Berdasarkan uraian tersebut, dapat disimpulkan bahwa penerapan nilai-nilai Pancasila di Kelurahan Muara Dua tidak hanya sebatas pemahaman secara teori, tetapi telah menjadi bagian dari kebiasaan dan kehidupan masyarakat. Nilai-nilai tersebut tercermin melalui kegiatan keagamaan,  kepedulian  terhadap  sesama,  gotong  royong,  musyawarah,  serta  upaya mewujudkan  keadilan  sosial.  Berbagai  bentuk  penerapan  tersebut  turut  menciptakan lingkungan  masyarakat  yang  rukun,  aman,  nyaman,  dan  sejahtera.  Sebagai  bagian  dari masyarakat, saya juga memiliki tanggung jawab untuk terus menerapkan nilai-nilai Pancasila dalam  kehidupan  sehari-hari  serta  ikut  menjaga  kerukunan  dan  kebersamaan  yang  telah terbentuk di lingkungan masyarakat.(*)

Tags :
Kategori :

Terkait