Implementasi Nilai-Nilai Pancasila dalam Kehidupan Sehari-Hari

Minggu 20-09-2026,07:13 WIB

Nama : NIDIA NURHIDAYATI

NIM : P07124226142 

Mata Kuliah : Pancasila 

Prodi : RPL STR Kebidanan

Lokus : Prabumulih 

Nama Dosen : Wendy Anugrah Octavian, S.Pd., M.Pd

 

Pancasila  sebagai  dasar  negara  Indonesia  memiliki  peran  fundamental dalam  membentuk karakter dan  perilaku setiap  warga  negara,  termasuk  dalam profesi  kesehatan.  Sebagai  mahasiswa  RPL  kebidanan  yang  juga  berprofesi sebagai  Bidan  di  Puskesmas,  saya  menyadari  bahwa  implementasi  nilai-nilai Pancasila bukan sekadar teori yang dipelajari di bangku kuliah. Kelima sila dalam Pancasila  menjadi  pedoman  konkret  dalam  menjalankan  tugas  pelayanan kesehatan.  Kehidupan  sehari-hari  sebagai  ibu  rumah  tangga  juga  memberikan ruang yang luas untuk mengamalkan nilai-nilai luhur tersebut.  

Sila pertama, Ketuhanan Yang Maha Esa, menjadi dasar bagi saya dalam menjalankan profesi sebagai bidan di Puskesmas. Setiap pagi sebelum memulai pelayanan,  saya  selalu  berdoa  memohon  kelancaran  dan  keberkahan  dalam melaksanakan pelayanan kesehatan. Toleransi beragama juga dipraktikkan ketika melayani  pasien  dari  berbagai  latar  belakang  keyakinan  di  Puskesmas  tanpa diskriminasi.  Di  lingkungan  tempat  tinggal  saya,  nilai  ketuhanan diimplementasikan melalui partisipasi aktif dalam kegiatan pengajian rutin. Lalu, sebagai  ibu  rumah  tangga,  saya  mengajarkan  anak-anak  untuk  melaksanakan ibadah dengan disiplin dan penuh kesadaran, terutama untuk melaksanakan sholat 5 waktu yang merupakan tiang agama kita sebagai umat Muslim. 

Penerapan  sila  kedua,  Kemanusiaan  yang  Adil  dan  Beradab,  tercermin dalam  sikap  empati  dan  kepedulian  terhadap  setiap  pasien  yang  datang  ke Puskesmas. Dalam praktik kebidanan, saya selalu memperlakukan ibu hamil, ibu bersalin,  dan  bayi  dengan penuh kasih  sayang tanpa  memandang  status  sosial ekonomi  mereka.  Profesionalisme  dalam  pelayanan  kebidanan  adalah  bentuk penghargaan  tertinggi  terhadap  nilai  kemanusiaan.  Di  lingkungan  tempat  saya bekerja  terdiri  dari  masyarakat  dengan  latar  belakang  yang  beragam,  sehingga pelayanan  kesehatan  harus  diberikan  secara  adil  dan  merata.  Di  lingkungan rumah, nilai kemanusiaan diwujudkan dengan membantu tetangga yang sedang kesulitan.  

Sila  ketiga,  Persatuan  Indonesia,  diimplementasikan  melalui  semangat kolaborasi  dengan tenaga kesehatan lain  di  Puskesmas untuk  mencapai  tujuan bersama.  Dalam  tim  kesehatan,  saya  bekerja  sama  dengan  dokter,  perawat, apoteker, ahli gizi,  dan tenaga administrasi  tanpa  memandang  perbedaan  suku atau asal daerah. Di lingkungan tempat tinggal, saya ikut serta dalam kegiatan RT/RW yang memperkuat solidaritas warga. Sebagai contoh, saat perayaan HUT RI ke 81 tahun yang baru saja usai, saya ikut berpartisipasi dalam kegiatan  – kegiatan perlombaan yang dilakukan di lingkungan tempat saya tinggal dengan menjalankan tugas sebagai panitia perlombaan. 

Implementasi  sila  keempat,  Kerakyatan  yang  Dipimpin  oleh  Hikmat Kebijaksanaan  dalam  Permusyawaratan/Perwakilan  terlihat  dalam  proses pengambilan keputusan  di Puskesmas. Setiap program kesehatan ibu dan anak selalu didiskusikan dalam rapat koordinasi dengan melibatkan seluruh staf untuk mendapatkan  mufakat.  Dalam  memberikan  asuhan  kebidanan,  saya  selalu menerapkan prinsip informed consent dengan menjelaskan setiap tindakan kepada pasien dan keluarga. Keputusan medis tidak diambil secara sepihak, melainkan melalui komunikasi terapeutik yang melibatkan pasien sebagai subjek pelayanan. Disisi lain, sebagai ibu rumah tangga, keputusan keluarga juga diambil melalui diskusi bersama suami dengan mengedepankan kepentingan bersama.  

Sila  kelima  Keadilan  Sosial  bagi  Seluruh  Rakyat  Indonesia  menjadi motivasi utama dalam memberikan pelayanan kesehatan yang berkualitas kepada seluruh lapisan masyarakat. Di Puskesmas, saya memastikan bahwa ibu hamil dari keluarga  kurang  mampu  mendapatkan  akses  yang  sama  terhadap  pemeriksaan antenatal care dan persalinan yang aman. Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) disosialisasikan secara aktif agar tidak ada lagi ibu yang tidak terlayani karena  keterbatasan  ekonomi.  Edukasi  kesehatan  reproduksi  diberikan  secara gratis kepada remaja putri dan pasangan usia subur sebagai bentuk pemerataan pengetahuan. Di lingkungan tempat tinggal, saya berbagi pengetahuan kebidanan kepada  tetangga  tanpa  memungut  biaya  sebagai  wujud  kepedulian  sosial. Keadilan dalam pelayanan kesehatan adalah hak setiap warga negara yang harus diperjuangkan oleh tenaga kesehatan profesional. 

Dengan menerapkan nilai- nilai pancasila dalam kehidupan sehari- hari, kita dapat menciptakan lingkungan yang rukun, saling menghargai, peduli, dan penuh gotong royong. Implementasi  Pancasila  tidak harus dilakukan melalui  hal-  hal besar,  tetapi  dapat  dimulai  dari  tindakan  sederhana  yang  dilakukan  secara konsisten dalam kehidupan sehari-hari.(*) 

Tags :
Kategori :

Terkait